Di tengah aroma harum nasi kuning dan nasi liwet, sebanyak 30 warga Kelurahan Syamsudin Noor tampak sibuk memotong, menata, dan menghias tumpeng dalam sebuah pelatihan di aula kelurahan.
*****
Meski tangan mereka belum seahli juru masak profesional, antusiasme terpancar dari setiap gerakan dan senyum yang tak pernah lepas.
Senyum mengembang di wajah para ibu rumah tangga yang sejak pagi sudah sibuk di dapur. Bukan hanya karena mereka berhasil menyusun tumpeng dengan apik, tapi lantaran ada kebanggaan dan harapan baru yang tumbuh dari pengalaman ini.
Selama enam hari terakhir, sebanyak 30 warga—mayoritas ibu rumah tangga—mengikuti pelatihan pembuatan tumpeng yang diinisiasi Kelurahan Syamsudin Noor bekerja sama dengan salah satu perusahaan katering.
Pada pelatihan hari terakhir, Kamis (24/7), para peserta tampak penuh semangat. Tepuk tangan menggema setiap kali satu kelompok menyelesaikan kreasinya. Tidak ada yang merasa kalah, karena setiap kelompok mendapatkan pengalaman yang sama berharganya.
Hayani Muslimah salah satu peserta, mengaku pelatihan ini seperti membuka pengetahuan baru. “Saya awalnya cuma bisa masak sederhana untuk katering nasi kotak. Tapi setelah ikut pelatihan ini, Insyaallah kalau ada yang mau pesan tumpeng saya jadi berani mencoba jualan. Apalagi diajari cara plating yang cantik," ujarnya sembari tertawa kecil.
Lurah Syamsudin Noor, Faisal Rahman mengatakan, pelatihan ini bukan sekadar ajang memasak, tapi sebuah proses pemberdayaan yang menyentuh langsung aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.
"Ibu-ibu ini luar biasa antusias. Mereka bukan hanya datang untuk belajar, tapi juga menunjukkan kemauan kuat untuk berkembang. Ada semangat, ada kemauan, dan itu yang paling penting," ujarnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief