Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jejak Pensil Ajaib Junaidnor, Maestro Lukis Wajah yang Belum Punya Pewaris

Jamaludin • Selasa, 22 Juli 2025 | 11:28 WIB

KARYA: Ahmad Junaidnor (30) menunjukkan salah satu karya lukis terbaiknya saat ditemui penulis di kediamannya di Desa Hantakan, Hulu Sungai Tengah, Senin (14/7/2025).
KARYA: Ahmad Junaidnor (30) menunjukkan salah satu karya lukis terbaiknya saat ditemui penulis di kediamannya di Desa Hantakan, Hulu Sungai Tengah, Senin (14/7/2025).
Berawal dari menggambar peta Indonesia, Ahmad Junaidnor (30) kini menjadi pelukis handal. Karyanya sangat detail, rapi dan mirip aslinya. Namun, belum ada yang mampu mewarisi keterampilannya.

---

Sinar lampu menyorot tajam. Goresan pensil di atas kertas mulai membentuk pola. Sedikit demi sedikit sketsa wajah mulai terlihat. 

Junaid -sapaan akrab- mendekatkan wajahnya ke kertas. Memastikan bahwa ia sudah mendapatkan detail pola yang digambar. Dalam kondisi seperti ini tidak boleh ada yang coba-coba mengganggunya.

Di dalam kamar berdinding papan, sudah terpajang berbagai karya lukis buah tangannya. Lukisan wajah tokoh agama seperti Guru Sekumpul, Habib Jindan hingga sang proklamator Bung Karno membuat takjub.

Di ruangan sederhana itulah imajinasi Junaidnor disalurkan menjadi sebuah karya. Sejak 12 tahun yang lalu, ia mulai menekuni keterampilan ini. Tak ada guru yang menjadi pembimbing. Junaid hanya belajar otodidak.

Tidak mengikuti teori seni lukis, tidak mengikuti arahan mentor atau nonton video tutorial. Apa yang ia lihat dan senangi itulah yang ia jadikan karya.

"Hobi ini terus saya tekuni sampai sekarang," kata warga Desa Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) itu, Senin (14/7/2025).

Awal mula menggambar, ia hanya memanfaatkan waktu libur di pondok pesantren. Ini dilakukan agar keterampilannya terus terasah. Lambat laun, Junaid mulai mahir. Ia lalu mencari sumber referensi lain menggunakan foto-foto. Gambar pertama yang dibuat adalah wajahnya sendiri.

Sejak saat itu ia memiliki kemampuan melukis wajah orang lain. Dalam kurun waktu ke belakang, Ia lalu membuka jasa gambar wajah dengan harga beragam. Tidak ada lapak, ia memanfaatkan media sosial Facebook Abi Furqan dan Instagram Junaidnor_art untuk promosi dan terima orderan.

"Dulu banyak menggambar tokoh kartun. Hingga mendapatkan pencerahan, kemudian beralih menggambar wajah manusia," ceritanya.

Sejak membuka jasa lukis atau gambar wajah, semangatnya dalam menekuni keterampilan ini semakin menyala. Bukan karena uang semata. Namun melukis membuat hatinya senang dan bisa menyenangkan orang lain.

Karya yang dibuatnya berbeda dengan lukisan kebanyakan. Alat yang dipakai pun hanya pensil, pulpen dan peralatan lukis kering. Bukan cat warna atau alat lukis basah.

Namun dalam prakteknya tentu tak sesederhana itu. Menggambar wajah manusia punya kesulitan tersendiri. Bukan soal peralatan atau soal teknis. Namun hal yang sulit adalah memunculkan karakter orang lalu dituangkan dalam lukisan.

Satu lukisan, diperlukan waktu yang beragam. Tergantung detail yang diperlukan serta ukuran kertas yang dipilih pelanggan. Sederhananya semakin detail gambar dan semakin besar ukurannya maka memakan waktu lama.

"Paling sulit membuat detail mata. Karena poin penting sebuah karya ada di mata. Dari mata bisa menggambarkan keidupan," ungkapnya.

Sampai saat ini, pangsa pasarnya sudah merambah ke luar Pulau Kalimantan. Seperti Jawa dan Aceh. Paling jauh ia mendapat orderan dari Amerika Serikat pada tahun 2023.

Banyak karya yang telah dihasilkan. Namun karya yang paling memikat batin dan perasaannya adalah lukisan macan kumbang dan harimau. Lukisan ini telah dipinang seseorang.

Ada makna tersirat dari lukisan tersebut. Macan kumbang dan harimau merupakan hewan yang gagah. Diam saja, mereka nampak berwibawa dengan kaki kuat dan sorot mata yang tajam.

"Tidak ada unsur mistis. Ini hanya sebuah ungkapan hati lewat karya lukis," terangnya.

Perangai Junaid memang tenang, tak canggung bertemu dan berhadapan dengan orang baru. Namun dibalik ketenangan tersimpan potensi besar. Selain dikenal sebagai pelusik wajah yang handal. Junaid juga tokoh pemuda di Desa Hantakan. 

Sejak tahun 2020, dari bujangan sampai berkeluarga. Ia mengabdikan dirinya sebagai kaum sekaligus dipercaya warga setempat menjadi imam shalat 5 waktu di musala desanya.

Keterampilan yang dimiliki Junaidnor merupakan anugrah istimewa dari sang Maha Pencipta. Sebab sampai saat ini ia menjadi satu-satunya maestro lukis wajah yang ada di HST. 

Baca Juga: Tahulah Pian, Desa Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut Adalah Desa Yang Dibangun Oleh Ulama Kharismatik

Beberapa kali ia ingin menularkan ilmunya itu. Membuka kelas atau praktik melukis. Namun belum berhasil, belum ada generasi yang mau dan mampu mewarisi keterampilannya.

“Saya berharap suatu saat nanti ada generasi penerus yang mau mempelajari keterampilan ini,” pungkasnya.

Editor : M. Ramli Arisno
#Maestro Lukis #lukisan wajah #Goresan pensil #Seniman HST