Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Demam Padel Mulai Menyebar ke Banjarmasin, Hype Sesaat Atau Lifestyle? | ZPEAK UP!

Tia Lalita Novitri • Sabtu, 12 Juli 2025 | 13:22 WIB

 

Photo
Photo

Demam padel menular dengan cepat. Ronaldo dan Messi saja memainkannya. Di Banjarmasin pun akan segera dibuka lapangan padel pertama.

       *****
PADEL adalah olahraga raket yang menggabungkan elemen tenis dan squash. Bedanya, ukuran lapangannya lebih kecil dan raketnya tidak memiliki senar.

Olahraga ini tengah digandrungi anak muda. Di Jakarta, antrean booking lapangan padel hanya kalah lama dari antrean naik haji.

Muncul pertanyaan, apakah padel akan menjadi tren sesaat atau gaya hidup baru yang lebih langgeng?

Orang mulai membanding-bandingkan kemunculan padel dengan tren olahraga running dan naik sepeda lipat.

Mungkin, butuh waktu untuk menjawabnya. Menurut kamu gimana?

Olahraga baru ini disambut baik Bobby Julian Valentino. Gen Z Banjarmasin itu menilai, padel adalah tren positif.

"Saya melihat padel sebagai angin segar," ujarnya, Jumat (11/7).

Cabor asal Amerika Latin itu tadinya sampai ke Indonesia pada 2018. Dibawa oleh bule ke Bali. Menjadi olahraga sehari-hari mereka.

Klub pun terbentuk, bernama Zone Padel. Seiring waktu, klub padel menggeliat di kota besar lain seperti Padel Club Indonesia di Jakarta dan La Padel di Surabaya.

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam (STIHSA) Banjarmasin itu meyakini padel akan cepat menyebar ke seluruh Tanah Air.

Keberadaan selebritas ternama turut mengangkat padel ke permukaan. Luna Maya, Denny Sumargo, Gading Marten, Enzy Storia, Nagita Slavina dan banyak lagi sudah jatuh hati kepada padel.

"Mereka sangat ber-impact bagi perkembangan tren di tengah masyarakat," ujarnya.

Apakah akan bertahan lama? Bobby tak mampu memprediksi. Ia sanksi padel akan senasib dengan roller blade.

"Pernah booming di masanya, sekarang ditinggalkan. Tersisa atlet profesional saja. Semoga padel tak bernasib sama," ucapnya.

Menurutnya, padel akan langgeng jika didukung banyak kemudahan. "Menimbang apakah olahraga ini ringan dari segi biaya, apakah fasilitasnya sudah banyak tersedia. Jika itu terpenuhi, tak menutup kemungkinan padel akan menjadi lifestyle baru," ujarnya.

Faktor lain, dukungan pemerintah dan klub lewat event padel juga akan memupuk minat masyarakat.

Meski belum termasuk cabor resmi, padel telah diperkenalkan secara luas lewat laga eksibisi PON Aceh-Sumut 2024 lalu. Sedikitnya 10 provinsi ambil bagian.

Bobby juga berharap tren padel ditanggapi dengan bijaksana. Artinya, jangan keburu FOMO (Fear of Missing Out).

"Ketimbang ngebet tapi ujung-ujungnya buang-buang duit, tunggu saja dulu sampai tekad sudah bulat," tutup pemuda 24 tahun itu.

Sedangkan, Muhammad Radhi Pratama berharap padel tak menjadi tuntutan gaya hidup baru. Apalagi jika hanya untuk fashion statement atau OOTD (Outfit of the Day). 

Baginya, padel sejauh ini masih menjadi olahraga kalangan elit layaknya golf. Eksklusif karena tak mudah diakses.

"Meskipun makin ke sini makin ramai, tetapi harga peralatannya masih mahal," ujar mahasiswa 20 tahun itu, kemarin.

Meski begitu, ia optimis padel mendatangkan kebaikan di sektor bisnis. Seperti ramainya penjualan raket dan aneka peralatannya. Brand fashion streetwear dan luxury pun mulai memproduksi koleksi khusus padel.

"Tren ini juga menjadi peluang bisnis baru bagi pengusaha sewa lapangan," tambahnya.

Selanjutnya, Radhi menunggu bagaimana Indonesia menjawab tantangan perkembangan padel. Apakah olahraga ini akan ramah bagi kalangan bawah? Jika iya, padel akan kita jumpai hingga ke fasum-fasum kompleks.

Warga Banjarmasin juga akan sibuk mengatur jadwal sparing di jasa rental lapangan. "Selama padel masih mahal, olahraga ini akan sulit diterima masyarakat luas," pungkasnya. 

Editor: Syarafuddin

 

Editor : Arief
#ZPEAK UP #banjarmasin #tren #padel