Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mengenal Sosok Yussi Perdana Saputera, Ahli Radar dari Banua

Riyad Dafhi Rizki • Kamis, 26 Juni 2025 | 11:53 WIB
Photo
Photo

Dari gemar membongkar mainan hingga membangun radar canggih, imajinasi Yussi Perdana Saputera berkembang menjadi inovasi yang menjaga kedaulatan bangsa. Pria asal Banjarmasin itu menjadi pendiri dan CEO PT Radar Telekomunikasi Indonesia (RTI).

            *****
Lahir di lingkungan religius, Yussi tumbuh dikelilingi nilai-nilai spiritual dan kedisiplinan. Ayahnya, Yusmilan AK adalah salah satu pengurus Masjid Al Jihad Banjarmasin.

Dari sang ayah, Yussi belajar tentang pentingnya agama dan komitmen terhadap komunitas. “Sejak kecil saya diarahkan untuk kuat secara agama. Saya sekolah di SD dan SMP Tsanawiyah, lalu aktif di Angkatan Muda Masjid Al Jihad (AMMA),” kenangnya.

Dari aktivitas di masjid, ia belajar memimpin, bekerja sama, dan melayani masyarakat. Ketertarikannya pada teknologi mulai tumbuh saat ia melanjutkan pendidikan di SMK Telkom Banjarbaru, jurusan Teknik Informatika.

Di sana, kecintaannya pada dunia telekomunikasi mulai terbentuk. Minatnya semakin mantap ketika ia merantau ke Bandung untuk menempuh pendidikan di Universitas Telkom, jurusan Teknik Telekomunikasi.

Tak hanya belajar, Yussi juga aktif menjadi asisten dosen dan peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pengalaman ini memperkuat visinya tentang kemandirian teknologi nasional.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Telkom, Yussi melanjutkan studi S2 di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan beasiswa. Masa-masa ini menjadi awal dari ide besar yang kelak mengubah wajah teknologi pertahanan Indonesia.

Pada 5 Februari 2016, bersama beberapa rekan, ia mendirikan PT Radar Telekomunikasi Indonesia (RTI). Perusahaan ini fokus pada pengembangan radar canggih, seperti radar LPI, radar pantai, dan radar pertahanan udara. Produk-produk PT RTI kini menjadi bagian penting dalam sistem pertahanan Tentara Nasional Indonesia (TNI), mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.

Di tengah kesuksesan PT RTI, datang tawaran besar dari Kerajaan Arab Saudi: investasi senilai Rp80 miliar dengan satu syarat—Yussi harus pindah kewarganegaraan dan menetap di sana. Tetapi, ia menolak. “Berat sekali rasanya kalau harus melepaskan Indonesia. Keluarga dan tanah air adalah prioritas saya,” ujarnya.

Meski kini tinggal jauh dari Banjarmasin, Yussi tetap menjaga hubungan erat dengan tempat ia bertumbuh. Masjid Al Jihad, tempat ia aktif semasa muda, tetap menjadi bagian penting hidupnya. Ia bangga melihat berbagai kemajuan masjid itu, seperti layanan ambulans dan pencapaian sebagai masjid dengan penyembelihan hewan kurban terbanyak di Indonesia.

“Masjid itu membentuk karakter saya. Saya ingin terus berkontribusi, walau kini tinggal jauh dari Banjarmasin,” ucapnya.

Ketika ditanya pesan untuk generasi muda, Yussi memberikan saran untuk memegang teguh nilai agama, taati orang tua, jangan sungkan berbuat baik, perbanyak sedekah, terus belajar, dan bangun jaringan. "Yang paling penting, jangan takut mencari peluang”.

Baginya, teknologi adalah ladang jihad masa kini. “Siapa yang menguasainya, akan menguasai masa depan,” yakinnya.

Editor: Eddy Hardiyanto 

Editor : Arief
#radar #feature #lipi #Teknologi #Sosok