Latar Balai Kota yang megah menjadi spot favorit untuk mengabadikan momen dengan mengenakan baju adat.
****
Balai Kota dan Lapangan Murjani merupakan tempat paling populer di Kota Banjarbaru. Saban hari kawasan itu tidak pernah sepi pengunjung, dari pagi hingga malam tiba.
Berbagai sentuhan inovasi layanan, secara konsisten dihadirkan di jantung Kota Idaman ini, salah satunya jasa sewa baju adat yang kini viral menjadi tren dan banyak diminati pengunjung.
Sejak sepekan terakhir, sebuah usaha penyewaan busana adat di area tersebut menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi warga yang ingin berfoto dengan nuansa budaya khas Jawa dan Banjar.
Terinspirasi dari maraknya wisata budaya di kota-kota lain, pemilik usaha sewa melihat bahwa Banjarbaru, sebagai kota yang sedang berkembang, punya potensi besar untuk mengenalkan berbagai budaya lewat cara yang kreatif dan mudah dijangkau.
Latar Balai Kota yang megah dan taman di sekitarnya menjadi spot favorit untuk mengabadikan momen dengan mengenakan baju adat.
Owner jasa penyewaan baju adat, Teja Sukmana mengaku ide ini muncul ketika ia berlibur di Malioboro, Yogyakarta. Kemudian dirinya mencoba membuka lapak di depan balai kota dan mempromosikan lewat media sosial.
Ternyata banyak yang tertarik. Sekarang setiap hari bisa sampai puluhan orang yang datang sewa pakaian untuk berfoto. "Karena menarik, sehingga ide ini dibawa ke Banjarbaru, ternyata banyak peminatnya," sebutnya.
Adapun harga sewa baju adat Jawa dan Banjar bervariasi, dari Rp35 ribu sampai Rp40 ribu persetel. Sedangkan untuk riasnya di harga Rp150 ribu per orang. "Kalau minat, bisa booking terlebih dahulu melalu media sosial," kata Teja.
Pilih Buka Sore Sampai Malam
Selain baju adat Jawa dan Banjar, Teja akan menambah beberapa jenis baju lainnya untuk memberikan nuansa nusantara.
Sejak sepekan terakhir, sebuah usaha penyewaan busana adat di depan Balai Kota Banjarbaru menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi warga yang ingin berfoto dengan nuansa budaya khas Jawa dan Banjar.
Dalam sehari, owner jasa penyewaan baju adat, Teja Sukmana mengaku menerima 10 sampai 15 penyewa. "Penyewa ada yang dari dalam maupun luar Kota Banjarbaru, mereka suka berfoto pakai baju adat dengan latar balai kota," katanya.
Teja membuka lapaknya di seberang balai kota mulai hari Selasa sampai Minggu. "Untuk bukanya dari jam 6 sore sampai 10 malam," katanya.
Ia memilih buka pada jam itu karena lebih banyak pengunjung yang datang. Selain itu, sore sampai malam juga waktu yang bagus untuk mengambil momen foto. "Kalau siang biasanya terganggu dengan sinar matahari," bebernya.
Sementara itu, salah seorang penyewa, Anisa mengaku mengetahui jasa sewa baju adat dari media sosial.
Ia langsung mengajak temannya di kompleks untuk sama-sama menyewa baju adat dan berfoto di depan Balai Kota Banjarbaru. "Tahunya dari media sosial, datang ke sini sama teman-teman," ujar Anisa.
Menurutnya, pelayanan yang diberikan sudah cukup bagus kepada pelanggan, selain itu harganya juga terjangkau.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief