*******
Nasi uduk Acil Atmah di Jalan Karang Anyar, No. 31A, Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara, saban hari ramai didatangi pembeli.
Rasa gurih nasi bercampur santan, ditambah empuknya ayam dan bebek rempahnya berhasil memikat lidah pembeli yang gemar berburu kuliner tradisional dengan sentuhan modern.
Pemilik warung, Atmah mengaku sudah berjualan sejak tahun 2005 silam. "Waktu awal merintis berjualan di tenda pinggir jalan, harganya pun masih di bawah Rp10 ribu per bungkus," kata perempuan 47 tahun ini.
"Waktu itu pembeli sangat ramai karena mungkin masih sedikit penjual nasi uduk," tambahnya.
Lambat laun ujar Atmah, ia bisa berjualan di sebuah ruko tanpa harus berjejal karena areanya yang lebih luas. "Tujuh tahun berjualan nasi uduk memakai tenda pinggiran, setelah itu sempat menumpang lahan tetangga, sampai akhirnya bisa membeli ruko dan rumah sendiri," ucapnya.
Atmah menuturkan, perjalanan usahanya tak semulus membalik telapak tangan, namun banyak untung rugi dan air mata yang dicurahkan.
"Dulu waktu karyawan banyak dan pelanggan banyak, pemasukan pun mengikuti, namun ada saja kejadian yang tak mengenakan. Pernah ada karyawan yang berani mencuri duit jualan di kamar saya," jelasnya.
Meski begitu Atmah tetap bersyukur, karena dengan berjualan nasi uduk, ia bisa berangkat umrah, membeli sawah, dan menyekolahkan anak. "Ya rezeki tak kemana, kita hanya berusaha, dan semua itu Alhamdulillah," katanya.
Kini, ujar Atmah, ia tak mengubah sedikitpun resep olahan tangannya yang bersifat turun temurun. "Mungkin itu yang membuat resep olahan nasi uduknya bertahan hingga saat ini," jelasnya.
Adapun untuk harga satu bungkus nasi uduk ayam rempah sekarang, Atmah menuturkan sudah di angka 30 ribu per bungkus. Jauh lebih mahal dibanding tahun 2005 lalu, yang hanya Rp5 ribu per bungkus. "Untuk pemasukan pun, masih bisa untuk keperluan sehari-hari," imbuhnya.
Sementara itu, Pita (18), salah satu pembeli, mengakui makan nasi uduk ayam rempah Acil Atmah cukup cocok di lidahnya. Ia beberapa kali bersama teman memilih makan di sana ketika jam istirahat kerja. "Rasanya enak dan enggak bikin enek. Untuk harga pun sangat sesuai dengan sajian makanan yang dijual," ujarnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief