BARABAI - Rusbani, petani berusia 45 tahun asal Desa Pengambau Hilir Luar tak bisa menutupi kebahagiannya.
Ia sangat bersyukur melihat jalan pertanian yang puluhan tahun rusak akhirnya mulus tanpa “cacat”.
Pagi itu matahari cukup terik, sinarnya menembus lapisan kulit. Para petani terlihat sibuk memanen padi.
Di sela-sela pekerjaan, penulis mengajaknya menepi untuk berteduh.
Kami saling berdiskusi membicarakan banyak hal. Salah satunya kesuksesan program TMMD ke-124 Kodim 1002/HST.
Salah satu program unggulan yang diusung yakni perbaikan jalan. Kini jalan pertanian sepanjang 1.030 kilometer di desa tersebut telah dipaving.
Para petani bisa dengan mudah bermanuver mengangkut hasil panen menggunakan sepeda motor tanpa khawatir.
“Alhamdulillah doa kami selama ini akhirnya terjawab. Para petani tak lagi susah payah mengangkut hasil bumi,”.
Sebelum jalan ini diperbaiki, berbagai kesulitan dialami oleh para petani.
Para petani yang membawa hasil panen menggunakan sepeda motor harus pelan-pelan.
Jika tak berhati-hati motor yang dikendarai bisa terjatuh, membuat hasil panen seperti sayuran dan buah rusak.
Kendala lain jika turun hujan banyak genangan dan becek. Sekarang jalan tersebut dipaving dengan lebar 3 kilometer dan tinggi 60 centimeter.
Tak hanya untuk pertanian dan perkebunan, fungsi lain yang penting dari jalan ini adalah menghubungkan warga desa yang terisolasi dengan pusat pemerintahan desa yang selama ini terpaut jarak cukup jauh.
Tidak hanya jalan pertanian yang diperbaiki. Program TMMD ke-124 hadir membawa banyak hal bermanfaat.
Sebanyak lima titik sumur bor telah dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga setempat.
Pembangunan sumur bor ini tersebar di beberapa RT di Desa Pengambau Hilir Luar.
Rinciannya satu titik di RT 02/001, dua titik di RT 001/001, satu titik di RT 003/001, dan satu titik di RT 004/002.
Dengan memiliki akses yang lebih mudah terhadap air bersih, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan warga setempat.
Program unggulan berikutnya yaitu rehabilitas rumah tidak layak huni (RTLH). Satgas TMMD ke-124 telah membangun rumah milik seorang nenek berusia 81 tahun bernama Kurba.
Nenek Kurba tinggal di rumah tersebut selama 21 tahun.
Ia tinggal sebatang kara diapit penderitaan di dalam rumah ukuran 5x4 meter dengan tinggi dinding 340 cm.
Meski rumah nenek Kurba tidak jauh dari rumah keluarganya. Sehari-hari ia diurus oleh keluarga dekatnya itu.
Masalah yang dialami nenek Kurba yaitu dinding rumah yang berlubang, atap sebagian bocor, bahkan lantai papan sangat rapuh. Menambah pahitnya kehidupan.
Pihak keluarga pun tak bisa menahan tangis haru dan bahagia ketika melihat kondisi rumah nenek Kurba yang telah dibangun ulang dengan kokoh dan tampilan baru.
Program ini menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-124 Kodim 1002/HST. Ini sebagai wujud kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.
Tentu bantuan ini dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kualitas hidup warga.
Desa Pengambau Hilir Luar berada di Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan.
Berjarak sekitar 14 kilometer dari pusat kota yakni Kecamatan Barabai. Desa ini berada di ujung Barat berbatasan dengan kabupaten tetangga.
Kepala Desa Pengambau Hilir Luar, Ruski Naparin menjelaskan kehidupan masyarakatnya sangat sederhana.
Rata-rata mereka tergolong masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah. Masyarakat menggantungkan hidupnya kepada hasil pertanian dan perkebunan.
Baca Juga: Idul Adha Jatuh di Hari Jumat, Wajibkah Shalat Jumat Setelahnya?
Soal infrastruktur, selama ia memimpin tiga tahun memang masih banyak jalan desa dan pertanian yang belum tersentuh perbaikan. “Ada Sebagian yang sudah kita perbaiki,”.
Sasaran fisik lainnya yang telah terealisasi yaitu perbaikan Musala Darussalam. Mengingat masyarakat Desa Pengambau Hilir Luar yang agamis kenyamanan beribadah tentu harus diutamakan.
Keterlibatan anggota TNI dalam merehabilitasi Musala ini menunjukkan komitmen TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, tetapi juga pada peningkatan kualitas fasilitas keagamaan.
Masyarakat setempat akan memiliki tempat ibadah yang lebih layak dan nyaman. Satgas TMMD juga membangun Pos Kamling untuk warga.
Kehadiran Pos Kamling sebagai wadah diskusi dan silaturahmi menjadi sangat penting.
Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi semua.
TMMD ke-124 ini tak hanya menyasar perbaikan fisik. TNI juga hadir memberikan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Seperti penyuluhan di berbagai aspek contohnya pertanian, kesehatan, hukum, perikanan, pasar murah, pendidikan dan rekrutmen masuk TNI.
Suksesnya program TMMD ini tak luput dari kolaborasi dan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HST.
Pemkab telah mengucurkan dana Rp1,5 miliar untuk Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2025.
Sejak program ini dimulai pada 6 Mei lalu, berbagai tanggapan positif dari masyarakat kepada Pemerintah cukup terasa.
Bupati HST, Sertu (Purn) Samsul Rizal mengatakan bahwa kolaborasi TNI bersama Pemkab dapat mempercepat proses pembangunan di daerah.
"TMMD dilaksanakan di Desa Pengambau Hilir Luar, Kecamatan Haruyan. Tempat ini sangat tepat karena bisa menyambungkan satu kelompok masyarakat yang terpisah dari induk desanya,".
Bupati menyebut masyarakat di lokasi tersebut sudah puluhan tahun tidak mendapat akses jalan yang layak.
"Alhamdulillah Bupati Samsul Rizal melihat masalah tersebut dan meminta pihak TNI untuk dilakukan pembangunan lewat TMMD,".
Panglima Kodam IV/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha menaruh atensi khusus terkait pelaksanaan TMMD di HST ini. Program TMMD merupakan bagian dari percepatan pembangunan di pedesaan.
“Terutama desa tertinggal, terisolir, perbatasan dan kawasan kumuh,”.
Selain itu, banyak manfaat yang dihasilkan melalui program ini. Seperti meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempererat kemanunggalan (keterpaduan) antara TNI dan rakyat.
Menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan di masyarakat, Serta membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan fungsi Pemerintahan.
“TMMD dilaksanakan secara temporer, biasanya berlangsung antara 30 hari. TNI bekerja sama dengan pemerintah daerah dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program,”.
Berbagai pembangunan dan kegiatan sosial dalam program TMMD sukses dilaksanakan. Tentunya tugas TNI tidak selesai begitu saja.
Justru tugas berat sedang menanti yaitu bagaimana menjaga dan memastikan bahwa apa yang telah dilakukan memiliki dampak positif.
Sebagai satuan pengamanan teritorial TNI akan terus hadir di tengah masyarakat. Memberikan solusi-solusi atas permasalahan yang dialami.
Dengan begitu kemanunggalan TNI dan rakyat akan terasa hangat dan bermanfaat.
Penulis: Dansatgas TMMD ke-124 Kodim 1002/HST, Letkol Inf Fery Perbawa
Editor : Fauzan Ridhani