Untuk urusan konsep, Achfid menyebut ada beragam gaya. Mulai dari road race dengan ban donat, hingga classic original.
********
Kadang Achfid juga bikin tampilan racing, dengan rem kaki dihilangkan dan dipindahkan ke setang kiri. "Jadi kelihatan kayak kopling, padahal bukan,” tutur Achfid menunjukkan motor Astrea Grand miliknya.
Salah satu proyek kebanggaannya adalah mengubah Suzuki TRZ menjadi RX King. Ia sampai harus meminjam motor asli RX King milik temannya untuk fitting bodi. Total biaya restorasi mencapai Rp6 jutaan. “Awalnya beli bahan Rp1,4 juta, sisanya after market,” katanya.
Setelah merasa cukup dengan 2-tak, kini ia menantang diri dengan 4-tak. Motor Astrea Grand yang saat ini sedang ia restorasi bahkan sudah satu setengah tahun belum rampung. “Orang suka anggap remeh, padahal cari part ori-nya susah banget,” tegasnya.
Proyek lain yang tengah berjalan antara lain Alfa Champ ’93 konsep racing look, Suzuki A100 ’96 jadi classic original, Honda Win yang disulap jadi supermoto, serta Suzuki Spin 125 NR yang ingin ia kembalikan ke bentuk orisinal.
Tak hanya hobi, motor-motor itu kadang bisa menghasilkan. Salah satu spesial engine berbasis Ninja 150 yang ia modifikasi total, bahkan terjual hingga Rp28 juta. “Awalnya modal Rp17 juta, repaint full, ganti mesin, laku Rp28 juta,” ucapnya bangga.
Namun tak semua sukses. Ia pernah gagal saat membangun Astrea Grand karena tergoda menggunakan part baru dari toko online. “Banyak gak simetris, gak awet. Akhirnya cari bekas tapi ori lagi,” ujarnya.
Menurutnya, motor tua yang dimodifikasi dengan konsep dan penerapan yang pas bisa jauh lebih menarik dibanding motor baru. “Pernah pakai Alfa, terus waktu isi bensin, orang enggak beli bensin tapi malah nanya motornya dijual apa nggak,” kisahnya.
Ia mendapatkan banyak ilmunya dari ayahnya yang lulusan BMW di Jakarta, juga belajar cat dari Balai Latihan Kerja (BLK) Banjarbaru, dan selebihnya dari media sosial. “Yang penting jaga motor tua itu, rajin dilap,” ujarnya sambil tertawa.
Soal legalitas dan surat-menyurat, Achfid menekankan pentingnya memperhatikan nomor mesin dan rangka sebelum mulai restorasi. “Yang penting suratnya resmi, jadi aman dipakai jalan,” pungkasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief