Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Menikmati Senja dan Ketenangan di Danau Galuh Cempaka, Pelepas Penat di Tengah Kesibukan Kota Banjarbaru

Bayu Aditya Rahman • Sabtu, 10 Mei 2025 | 11:36 WIB
MELEPAS PENAT: Dija dan tiga temannya duduk santai di tepi Danau Galuh Cempaka, Banjarbaru, menikmati suasana tenang dan pemandangan alam yang menyejukkan, Jumat (9/5) sore.
MELEPAS PENAT: Dija dan tiga temannya duduk santai di tepi Danau Galuh Cempaka, Banjarbaru, menikmati suasana tenang dan pemandangan alam yang menyejukkan, Jumat (9/5) sore.

Danau Galuh Cempaka, Kelurahan Palam, Banjarbaru tidak hanya ramai dikunjungi pada akhir pekan. Tapi, tidak sedikit yang berminat mendatanginya pada sore hari.

      ***
Udara sore yang sejuk menyambut para pengunjung di Danau Galuh Cempaka, Kelurahan Palam, Banjarbaru. Menjelang senja, lokasi ini kian ramai didatangi warga yang ingin bersantai, melepas penat, dan menikmati keindahan alam yang tenang dan damai. Pantulan cahaya matahari di permukaan danau yang luas menambah nuansa indah dan menenangkan di penghujung hari.

Lokasi Danau Galuh Cempaka tak terlalu jauh, hanya 10–15 menit berkendara dari Simpang Tiga Brimob Jalan A Yani Km 31. Akses jalan cukup baik, meski ketika mendekati lokasi masih berupa jalan lingkungan yang berpasir.

Suasana di sekitar danau terasa damai. Beberapa pengunjung memilih duduk santai di atas motor yang terparkir di pinggir danau. Ada pula yang sibuk mengabadikan momen dengan latar belakang air danau yang memantul jingga senja.

Di sudut lain, satu grup remaja putri tampak mengobrol santai sembari tertawa, duduk di kursi lipat yang mereka bawa sendiri dari hasil menyewa. "Enak di sini, suasananya tenang. Banyak pepohonan dan udaranya juga segar," ucap Imif, pengunjung asal Martapura, Jumat (9/5) sore.

Imif datang bersama tiga temannya. Mereka mengenal Danau Galuh Cempaka lewat media sosial, dan memutuskan untuk healing dari kesibukan sekolah. "Kami bawa meja dan kursi sendiri, nyewa dari dekat rumah. Satu meja dan dua kursi itu Rp30 ribu, dan boleh dibawa masuk ke sini," tuturnya.

Karena datang di hari Jumat, mereka hanya menjumpai sedikit warung yang buka. "Untung kami bawa cemilan dari rumah," timpal Dija, teman Imif.

Dija pun berharap tempat ini dilengkapi wahana air seperti kano atau jukung. "Potensi alamnya bagus. Kalau ada permainan air, pasti lebih menarik dan ramai pengunjung," sarannya.

Memang di sisi jalan dekat danau tampak beberapa warung kecil yang berjajar. Namun kondisinya sepi. Salah satu pengelola, Husaini menyebut warung-warung itu umumnya buka hanya saat akhir pekan atau hari libur. “Ramainya pas weekend. Kalau hari biasa, pengunjungnya memang tidak terlalu banyak, apalagi kalau cuacanya hujan,” jelasnya.

Husaini mengatakan, Danau Galuh Cempaka dikelola secara swadaya oleh warga sekitar. Tiket masuk hanya Rp5 ribu per orang. Anak-anak di bawah usia 10 tahun gratis.

Pengunjung yang membawa motor juga tidak dikenai biaya parkir, asal memarkirkan kendaraan dengan rapi. Sedangkan mobil dikenai biaya masuk Rp10 ribu jika ingin melintasi jembatan kayu menuju area danau.

Wisata ini buka setiap hari dengan sistem sif. Penjaga bergantian dari jam 6 pagi hingga 6 sore, dan dilanjutkan sif malam hingga pukul 6 pagi. Ternyata, bukan hanya pengunjung harian, beberapa juga datang untuk berkemah di sekitar danau. “Kalau mau camping, ada biaya tambahan Rp20 ribu per orang. Jadi total Rp25 ribu termasuk tiket masuk,” kata Husaini.

Namun, ia mengingatkan agar pengunjung tidak bermain air pada malam hari. “Kita imbau jangan mandi atau nyebur malam-malam. Kita khawatir ada hal-hal yang tak diinginkan,” katanya.

Untuk keamanan, petugas selalu berjaga di area danau dan pintu masuk. Tiap sif dijaga 4 sampai 6 orang. Sejauh ini, pengelola bersyukur karena belum ada kejadian yang membahayakan pengunjung.

Saat ramai, terutama di akhir pekan atau hari libur yang cerah, jumlah pengunjung bisa mencapai 200 orang. Rata-rata, pengunjung datang mulai pukul 4 sore hingga menjelang magrib, untuk mengejar panorama matahari terbenam. Luas danau yang mencapai sekitar 1.200 x 500 meter membuatnya menjadi spot ideal untuk menikmati lanskap senja.

Sayangnya, keterbatasan anggaran membuat fasilitas belum bisa dikembangkan lebih jauh. “Pendapatan dari karcis masuk kami bagi ke dua RT. Sisanya untuk membayar petugas kebersihan, keamanan, dan membangun fasilitas umum seperti musala di RT kami,” jelas Husaini.

Ke depannya, ia berharap ada perhatian lebih dari pemerintah agar potensi wisata ini dapat dimaksimalkan. Selain itu, jika ada pihak yang bersedia memberikan modal untuk pengelolaan fasilitas penunjang. Mereka sangat terbuka untuk menjalin kerja sama.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya tetap memberdayakan warga sekitar dalam pengelolaan.

Meski belum tertata secara modern, Danau Galuh Cempaka tetap menjadi tempat tenang favorit bagi warga Banjarbaru dan sekitarnya. Pemandangan alamnya yang indah dan suasananya damai menjadikan tempat ini cocok untuk melepas penat dari rutinitas kota.(*)

Editor : Arief
#Wisata #feature #banjarbaru #danau