Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Keluarga Sampai Ikut Jualan, Begini Kisah Basirun SiPenjual Cendol Dawet Ayu (bag 3)

Bayu Aditya Rahman • Jumat, 2 Mei 2025 | 11:33 WIB
BERJUALAN: Basirun saat berjualan cendol dawet ayu di Jalan Garuda, depan gang masuk Jalan Manunggal II, Landasan Ulin, Senin (28/4) siang.
BERJUALAN: Basirun saat berjualan cendol dawet ayu di Jalan Garuda, depan gang masuk Jalan Manunggal II, Landasan Ulin, Senin (28/4) siang.

Melihat pendapatan Basirun yang cukup menjanjikan, beberapa keluarganya ternyata ikut berjualan cendol dawet ayu.

         ****
Basirun mengaku membuatkan bahan-bahan cendol untuk dijual sanak saudaranya. "Sudah ada beberapa saudara saya yang berjualan di tempat lain, seperti di Jalan Peramuan dan Jalan Golf," ujarnya.

Dengan patungan modal dan saling bekerja sama, mereka berhasil mengembangkan usaha ini bersama-sama.

Selain itu, Basirun juga memberikan pembekalan kepada anak-anaknya tentang dunia usaha. Anak pertama yang semula bercita-cita bekerja di perusahaan besar, akhirnya memutuskan untuk berjualan setelah mendapat pemahaman dari ayahnya.

"Saya kasih tahu dia, jadi pengusaha itu enggak gampang, harus disiplin dan bisa mengatur waktu, sisanya keputusan terserah dia," ujar bapak empat orang anak itu.

Kini, meskipun hidup sederhana, Basirun merasa puas dengan pilihan hidupnya. "Dulu saya sempat merasa menyesal tidak memulai usaha lebih cepat, tapi sekarang saya sadar, jualan itu jauh lebih menyenangkan daripada kerja di bawah tekanan," katanya.

Basirun kini merasa lebih bahagia karena dapat menikmati waktunya, dan mengatur sendiri waktu kerjanya. "Jadi lebih bebas dan tidak tertekan seperti kerja di bawah orang dulu," terangnya.

Harapannya ke depan adalah terus menjalani usaha ini dengan tekun. "Nikmati saja yang ada, Alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan sekolah anak-anak," tuturnya.

Dengan semangat pantang menyerah, Basirun terus menjalankan usahanya dengan penuh dedikasi, berharap usaha kecilnya ini bisa menjadi berkah bagi keluarga dan sekitarnya.

Basirun, seorang pria yang memilih berjualan cendol dawet ayu dan cincau hijau setelah bertahun-tahun bekerja sebagai operator mesin, kini telah menemukan kebahagiaan dalam usaha yang dijalaninya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#makanan tradisional #feature #UMKM #banjarbaru #kerja #usaha