Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dari Operator Mesin ke Pedagang Jalanan, Begini Kisah Basirun Si Penjual Cendol Dawet Ayu (bag 1)

Bayu Aditya Rahman • Selasa, 29 April 2025 | 11:00 WIB
MANGKAL: Basirun saat melayani pembeli di tempatnya mangkal di Jalan Garuda, depan gang masuk Jalan Manunggal II, Landasan Ulin, Senin (28/4) siang.
MANGKAL: Basirun saat melayani pembeli di tempatnya mangkal di Jalan Garuda, depan gang masuk Jalan Manunggal II, Landasan Ulin, Senin (28/4) siang.

Perjalanan hidup Basirun yang dimulai sebagai operator mesin pabrik, kini membawanya menikmati hasil dari usaha kerasnya menjadi penjual cendol dawet ayu.

 

         ****
Di sudut Jalan Garuda, tepatnya di depan gang Jalan Manunggal II, seorang penjual cendol dawet ayu tampak duduk di samping gerobaknya menunggu pembeli, Senin (28/4).

Pria itu bernama Basirun. Ia berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah, dan sudah tinggal di Banjarbaru selama lebih dari satu dekade.

Sebelum terjun ke dunia usaha, ia menghabiskan bertahun-tahun bekerja sebagai operator mesin di berbagai pabrik, termasuk di sektor tambang.

Namun, seiring berjalannya waktu, tubuhnya mulai merasa kelelahan. Kerja keras yang memaksanya untuk bekerja tanpa henti dan usia yang terus bertambah membuat pria 54 tahun ini berpikir ulang tentang masa depannya.

"Dulu, saya merasa sudah terlalu banyak waktu terbuang untuk kerja di pabrik. Rasanya seperti tak bisa menikmati hidup," kata Basirun mengenang masa-masa ketika ia masih bekerja sebagai operator.

Pada akhirnya, Basirun memutuskan untuk berhenti dan beralih menjadi pedagang cendol dawet ayu dan cincau hijau.

Dengan modal awal sekitar Rp 70 ribu, ia mulai berjualan di sekitar Landasan Ulin. "Saya ingin mencoba sesuatu yang lebih bebas, yang bisa memberi waktu untuk diri sendiri dan kesehatan," ungkapnya kepada Radar Banjarmasin.

Saat awal mencoba jualan, resep cendol dawet ayu yang dijualnya adalah hasil bertanya dari orang kampung halaman. "Waktu itu masih kerja operator tambang. Saya persiapkan, kalau usaha di tambang tidak lanjut antisipasinya mau jualan," katanya

Cendol dawet ayu ini dibuat dengan bahan-bahan yang mudah didapat, seperti tepung beras, sagu, santan, gula merah, dan cincau hijau yang ia buat sendiri dari daun cincau yang ditanamnya.

Tidak hanya itu, Basirun juga membuat cincau hijau dengan tangan sendiri, menggunakan daun cincau murni yang ditanam di halaman rumah kontrakannya. "Cincau hijau yang saya buat sendiri ini teksturnya lebih lunak dan cocok untuk menyegarkan tubuh, terutama saat cuaca panas," ujarnya.

"Biasanya orang beli untuk obat alternatif panas dalam, memang bagus khasiatnya, pakai cincau hijau dan gula tanpa santan," tambahnya.

Tak hanya menciptakan rasa yang lezat, Basirun juga menjaga kualitas bahan bakunya. Bahkan, ia mendapatkan gula merah dari Barabai langsung, yang dibeli dengan harga lebih murah dibandingkan di pasar. "Gula merah yang saya beli di Barabai lebih terjangkau dan kualitasnya lebih baik," jelasnya.

Editor : Arief
#feature #banjarbaru #pedagang #usaha