Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dua Rahasia Sultan, Dari Aruh Teater Kalsel

Riyad Dafhi Rizki • Jumat, 18 April 2025 | 10:29 WIB
LAKON: Pertunjukan teater berjudul "Banyu Mata Bapindua Kasih" di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalsel, Banjarmasin Utara, Rabu (16/4) malam.
LAKON: Pertunjukan teater berjudul "Banyu Mata Bapindua Kasih" di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalsel, Banjarmasin Utara, Rabu (16/4) malam.

Ketika Sultan dituduh ingin menambah istri, di situlah kerajaan diuji. Ini juga sekaligus ujian untuk Mamanda, apakah teater tradisional itu tetap bisa relate.

             *****
DI sebuah kerajaan yang tenteram dan damai, hiduplah Sultan yang terkenal adil dan bijaksana.

Dalam sebuah persidangan, Perdana Menteri melapor kalau rakyat makmur, tidak pernah kekurangan sandang, pangan, atau papan.

Tetapi ketenangan terusik ketika Panglima Perang membawa kabar miring di tengah persidangan kerajaan.

Di hadapan Sultan, Permaisuri, dan Putri, Panglima melapor, "Ampun, Baginda. Ada kabar bahwa Sultan telah mengumpulkan perempuan muda di sebuah kampung untuk dijadikan istri."

Suasana di aula istana mendadak senyap. Permaisuri menatap Sultan dengan mata menyala, wajahnya merah padam. Sultan kelimpungan.

"Seingatku ya, rasa-rasanya...tidak pernah," ujarnya coba berkelit.

"Sahih kah kabar ini?" kata Sultan sembari mendekati Panglima. "Mohon jaga perasaan permaisuri," ucapnya setengah berbisik.

Khawatir reputasinya sebagai pemimpin yang adil tercoreng, Sultan memutuskan untuk membahas permasalahan itu dalam sidang.

Sultan coba menenangkan, menghibur dengan nyanyian penjaga istana, tapi gagal. Permaisuri sudah kadung marah besar. "Sepertinya ulun (saya) kada bisa lagi berada di sini. Aku pengin pergi."

"Tunggu Dinda, mari kita bahas dahulu permasalahan ini," kata Sultan membujuk. "Tidak, ulun hanya pengin pergi," jawab Permaisuri.

Di tengah perdebatan, putri semata wayang mereka angkat bicara. "Kalau ibunda pergi, ulun ikut," katanya.

Situasi makin kacau. Dalam kemelut itu, Sultan memberi perintah kepada Panglima Perang. "Panglima, dampingi Permaisuri dan Putri ke tempat aman."

Namun, putrinya menolak. “Handak (pengin) lawan Perdana Menteri saja," katanya. Setelah itu, mereka pun pergi.

Sementara itu, Sultan terduduk meratap didampingi Panglima. "Aku juga pengin pergi. Mencari ketenangan. Ikuti aku ke mana pun kakiku melangkah," katanya.

Singkat cerita, para perempuan muda yang telah dikumpulkan didatangkan ke istana. Tak ada siapa pun di sana, kecuali penjaga.

Permaisuri tiba-tiba datang, mencari Sultan yang tak tahu rimbanya. Disusul kedatangan Panglima. "Sultan sedang tidak ingin diganggu," katanya.

Permaisuri, yang mendengar kabar Sultan menghilang diselimuti air muka penyesalan.

Berselang kemudian mendadak sang Sultan muncul. Kondisinya sehat walafiat. Kegirangan melihat Permaisuri yang cemas mencari.

Sultan ternyata sudah tahu, kalau yang mengumpulkan para perempuan muda adalah istrinya sendiri.

"Aku hanya ingin Sultan punya putra mahkota," ujarnya lirih. "Aku yang menyuruh mereka mengumpulkan perempuan. Aku tahu, setelah putra kita yang dulu meninggal, Sultan sangat ingin punya anak lelaki."

Namun kejutan terjadi. Putra mereka yang dikira meninggal ternyata telah tumbuh dewasa. Semuanya disembunyikan oleh Sultan.

"Perdana Menteri ini adalah Putra Mahkota kita," katanya.

Pada situasi itu terungkap pula jika Putri Kerajaan rupanya hanya anak pungut. Setelah itu, Sultan berdamai dengan Permaisuri.

Namun hati sang putri bergejolak. Kali ini ia memilih kembali pergi. Sultan murung lagi.

Teater berjudul "Banyu Mata Bapindua Kasih" yang dipadukan dengan balutan komedi khas Mamanda ini berhasil mengocok perut penonton di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalsel, Banjarmasin Utara, Rabu (16/4) malam.

Karya ini digarap Firhansyah, sutradara lokal yang berkolaborasi dengan berbagai komunitas teater dari seluruh Kalimantan Selatan. Pertunjukan ini menjadi pembuka rangkaian acara Aruh Teater Kalsel 2025.

Firhansyah bercerita, judul Banyu Mata Bapindua Kasih berarti "dua kali mengalir." Filosofi ini menggambarkan air mata yang meski mengalir berulang, tetap membawa kasih sayang.

"Pesan yang ingin kami sampaikan adalah jangan menyimpan rahasia terlalu lama, meskipun niatnya baik. Karena rahasia yang dipendam justru bisa menimbulkan kesedihan yang terus berulang," ujar Ifir, sapaan akrabnya.

Hal ini digambarkan lewat tokoh Sultan dalam cerita. Sultan menyembunyikan sebuah rahasia hingga anak-anaknya dewasa, yang akhirnya menimbulkan kecurigaan dan konflik yang tak terhindarkan.

Dalam penggarapannya, Firhansyah sengaja memasukkan beberapa unsur kekinian ke dalam teater Mamanda tersebut.

Tujuannya agar pertunjukkan bisa relate dengan semua kalangan, mulai yang tua hingga anak muda.

Apakah tidak akan merusak nilai Mamanda?

"Kami menganut nilai 'kada akan luntur, kembang budaya, seni, tradisional itu, sebagai pengharum zaman.' Artinya kesenian tradisional itu justru akan terus mengikuti perkembangan zaman," tuturnya.

Ketua Pelaksana Aruh Sastra Kalsel 2025, Hijromi Arijadi Putera menambahkan, panitia sengaja membuka gelaran dengan pertunjukkan seni tradisional.

Sebab teater tradisional adalah akar dari teater modern. "Teater tradisional adalah rahim kesenian modern. Tak bisa ditinggalkan," ucapnya.

Aruh Sastra tahun ini tak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi komunitas teater daerah untuk bercerita tentang tantangan yang mereka hadapi. "Selama ini, teater lebih banyak bertumbuh di Banjarmasin. Lewat ajang ini, kita ingin mengekspos teman-teman di daerah," ujar Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti.

Suharyanti mengapresiasi antusiasme komunitas teater. "Acara ini menunjukkan bagaimana seni budaya mampu merekatkan komunitas seni teater se-Kalsel. Ini adalah usaha nyata untuk menumbuhkembangkan seni budaya di daerah kita," katanya.

Pertunjukan malam itu hanyalah awal dari kemeriahan Aruh Sastra Kalsel 2025. Masih ada 12 pertunjukan teater dari komunitas teater yang berasal dari delapan kabupaten/kota yang akan memeriahkan acara.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#feature #Event #banjarmasin #Aruh Teater Kalsel #teater