Meski punya keterbatasan, para penyandang disabilitas menunjukkan bahwa tidak ada batasan dalam hal apapun, termasuk ketika berusaha mencari nafkah.
******
Pasar wadai tahun ini terasa lebih istimewa. Dari 186 stan yang memeriahkan event tahunan bernuansa Islami tersebut, ada satu yang menarik perhatian pengunjung.
Yakni stan milik Teras Inklusi Banjarbaru . Sebuah komunitas yang dikelola oleh para penyandang disabilitas di Kota Banjarbaru.
Mereka menjual berbagai produk olahan makanan, mulai dari susu jeli, aneka kue basah, hingga lauk dan sayur mayur yang siap jadi santapan untuk berbuka puasa.
Banyak pengunjung yang takjub dengan kegigihan para penyandang disabilitas di stan tersebut. Di sana, mereka menunjukkan bahwa tidak ada batasan dalam hal apapun, termasuk ketika berusaha mencari nafkah.
Di balik keberhasilan stan ini, ada sosok inspiratif yang menjadi penggerak utama . Namanya Faizah Abdiah.
Wanita kelahiran Surabaya, 44 tahun silam ini adalah penggagas Teras Inklusi Banjarbaru, sebuah komunitas yang didedikasikan untuk memberdayakan penyandang disabilitas.
Faizah memulai perjuangannya dengan rasa penasaran yang mendalam tentang kehidupan penyandang disabilitas, terutama setelah dia menyelesaikan pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB).
Baginya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk meraih kesempatan dalam hidup, sama seperti manusia pada umumnya.
“Mereka punya potensi yang besar, hanya saja seringkali kurang mendapat dukungan. Sebagai orang yang terlahir normal, sudah sepatutnya kita membantu mereka,” ujar Faizah, Jumat (7/3).
Bermula dari kepedulian itu, Faizah mendirikan Teras Inklusi Banjarbaru pada tahun 2018.
Komunitas ini menjadi wadah bagi para penyandang disabilitas untuk melakukan berbagai aktivitas positif, termasuk mengembangkan keterampilan berwirausaha.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief