Bergabung dengan Galeri Galoeh Tjempaka, perajin anyaman purun di Kampung Purun, Palam, Maimunah bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
*******
Dari hasil kerajinan anyaman purun, dalam sebulan Maimunah bisa mengantongi penghasilan Rp2 juta lebih, namun jika sedang sepi ia cuma dapat Rp500 ribu hingga Rp1 jutaan.
"Dari hasil anyaman purun, saya bisa menyekolahkan anak dan membeli perlengkapan rumah juga," ungkap ibu dua anak itu.
Maimunah menceritakan awal mula dirinya bisa mengenal dunia anyaman purun berasal dari sang ibunya, Salasiah yang juga mendapat ilmu turun temurun dari orang tuanya.
"Ibu saya termasuk salah satu tetua di Kampung Purun ini yang menganyam purun. Karena itu, saat beliau sedang membuat kerajinan purun saya tertarik mencoba dan diajarkan hingga akhirnya bisa," ucapnya.
Setelah terbiasa, Maimunah bahkan kecanduan membuat anyaman purun, seiring dengan banyaknya pesanan dari pembeli. "Biasanya mulai menganyam itu dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang, setelah itu istirahat, baru lanjut lagi," katanya.
Untuk penjualan kerajinan purun buatannya, selain dijajakan dari mulut ke mulut, Maimunah juga merambah sosial media sehingga bisa menjangkau lebih luas.
"Zaman serba canggih jadi bisa memudahkan penjualan. Kalau dulu ibu saya menjajakan kerajinan purun ini tidak semudah seperti sekarang, dulu beliau justru jalan kaki ke pelanggan. Enggak mengenal panas dan hujan," ujarnya.
Dan berkat kegigihan sang ibunya itu, perajin purun masih mendarah daging di keluarganya hingga kini dilanjutkan oleh dirinya sendiri. "Syukuri apa yang ada saja, dapat rezeki dari purun ini pun Alhamdulillah bisa memenuhi kebutuhan hidup. Rezeki sudah ada yang mengaturnya," pungkasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief