Menolong sesama tetap jadi prinsip utama Adawiyah. Perempuan 46 tahun yang lahir dan tumbuh di Pengayuan ini rela menjadi relawan banjir di dapur umum.
*****
Walaupun menjadi salah satu warga terdampak, Adawiyah tetap ikhlas membantu tetangganya di RT 02, Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Liang Anggang.
Padahal rumahnya sendiri pun juga terendam banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Radar Banjarmasin baru-baru tadi bertemu dengan Adawiyah. Meski juga jadi korban banjir, ia mengaku tetap ikhlas dan mau menjadi relawan dapur umum. "Niatnya hanya mau membantu masyarakat sini. Supaya nyaman berataan (semua)," katanya saat ditemui awak media.
Di satu sisi, selama banjir ia mengaku tidak mendapatkan penghasilan. Lantaran, warung lalapan miliknya tutup sementara. "Jadi kalau mau makan, di sini (dapur umum) juga," ujarnya.
Sebagai relawan dapur umum, Adawiyah kebagian tugas menggoreng lauk-pauk. Di dapur umum RT 02, ada lima orang ibu-ibu yang bertugas. Mereka memiliki tugas dan fungsinya masing-masing. Ada juga yang memasak dan membuat sayur.
Di rumahnya sendiri, Adawiyah telah melakukan mitigasi bencana terlebih dahulu, tepatnya saat debit air mulai naik. Ia bersama anaknya membangun pijakan yang terbuat dari kayu untuk penyangga tempat tidur dan peralatan elektronik. "Sudah dibuat sejak airnya tinggi," sebutnya.
Ia berharap musim hujan cepat reda, dan genangan segera surut. Sebab, banjir yang terjadi selama kurang lebih tiga pekan terakhir ini membuat aktivitas warga setempat lumpuh total. “Kasihan warga di sini,” tutupnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief