******
Sepekan lebih sudah sejumlah wilayah di Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru terendam banjir.
Radar Banjarmasin, mendatangi wilayah terdampak untuk mendengarkan kisah para korban banjir.
Di RT 02, Pengayuan, wartawan mendatangi rumah Arniah. Nenek 80 tahun itu tampak duduk di atas ranjang yang hampir tenggelam oleh air. Dia duduk sambil kakinya menggantung dan masuk ke dalam air sampai ke lutut.
Meski tempat tidurnya hanya tinggal beberapa sentimeter dari genangan air, Arniah enggan meninggalkan rumahnya yang berbahan dasar kayu itu.
Ia mengaku lebih merasa aman dan nyaman tinggal di rumahnya daripada harus ke tenda pengungsian. “Sudah sepekan lebih terendam, kami di rumah saja. Makan dan memasak di sini," katanya.
Walaupun diselimuti dingin karena air yang mengepung hingga ke dalam rumahnya, Arniah tetap bersyukur masih bisa bertahan. "Kalau kedinginan, pakai selimut seadanya saja," ujarnya.
Arniah tak tinggal sendiri di rumahnya yang terendam banjir, melainkan bersama anaknya bernama Iyus (53).
Iyus dan sang ibu sepakat tak meninggalkan rumah mereka, selagi ketinggian air masih bisa dilalui. "Tinggal berduaan sama ibu di rumah. Mau mengungsi ke rumah keluarga, katanya terendam juga. Jadi memilih bertahan dulu, kalau ke pengungsian nanti saja," ucap Iyus.
Ia menuturkan, saat banjir seperti ini, dirinya dan sang ibu tak hanya diserang penyakit kulit, acapkali juga menemukan ular masuk ke rumah. "Untungnya tidak mengganggu kami, cuma lewat-lewat saja," cetusnya.
Demikian, Iyus mengaku tetap bersyukur masih bisa bertahan hidup bersama sang ibu dengan keadaan sederhana. "Alhamdulillah tetangga ada yang datang memberi makanan untuk bertahan di tengah banjir ini," tuturnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief