Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Melihat Banjarmasin dalam Lensa, Dari Pameran Foto dan Lukisan di Creative Hub

Riyad Dafhi Rizki • Selasa, 24 Desember 2024 | 12:59 WIB
PAMERAN FOTO: Pameran 498 karya foto dan lukisan di Banjarmasin Creative Hub dibuka sampai tanggal 29 Desember 2024.
PAMERAN FOTO: Pameran 498 karya foto dan lukisan di Banjarmasin Creative Hub dibuka sampai tanggal 29 Desember 2024.

Bagi warga Banjarmasin, mungkin tidak ada yang istimewa. Sudah sering kita melihatnya. Tapi dalam lensa, lewat sudut pandang fotografer, bangunan, jalan, dan landmark itu tampak berbeda.

        ****
BANJARMASIN - Ratusan foto dan puluhan lukisan menghiasi dinding Banjarmasin Creative Hub di Jalan Ahmad Yani km 3,5 Banjarmasin Timur.

Total yang dipajang sebanyak 498 karya, angka simbolis yang mencerminkan usia kota ini. Perjalanan panjang Banjarmasin selama hampir lima abad.

Pameran ini menyuguhkan kolase visual yang merangkai kepingan kisah Kota Seribu Sungai. Setiap foto dan lukisan menyimpan cerita, merekam Banjarmasin dari berbagai sudut.

Ada gemerlap kota di malam hari, riuh rendah Pasar Terapung, hingga wajah-wajah lugu bocah yang bermain di tepi sungai.

Berbicara dalam bahasa visual, pameran ini mengajak pengunjung untuk menyelami geliat kehidupan kota ini.

Salah seorang pengunjung, Vicky Nurseha mengaku sengaja meluangkan waktu untuk menghadiri pameran tersebut.

Sebagai pendatang dari Jawa Tengah yang baru 2,5 tahun menetap di Banjarmasin, Vicky mengaku ingin lebih memahami kota tempat ia tinggal saat ini.

"Saya pikir, dengan datang ke pameran ini, saya bisa lebih mengenal Banjarmasin," katanya.

Photo
Photo

Melalui pameran itu, Vicky mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya menjaga sungai-sungai di Banjarmasin, yang ternyata menjadi salah satu identitas utama kota ini.

"Dari foto-foto ini saya jadi tahu kalau masyarakat Banjarmasin sangat lekat dengan sungai. Maka dari itu, sungai sangat perlu kita lestarikan," ujarnya.

Kurator foto sekaligus perwakilan salah satu komunitas yang terlibat, Endang Seciorina menjelaskan pameran ini melibatkan lima komunitas fotografi lokal, yakni Aura Borneo, Kindai Photo, BAC, PCC Banjarmasin, Banjar Street, serta sejumlah fotografer perorangan.

"Kira-kira ada sekitar 44 fotografer yang terlibat, baik dari komunitas maupun individu," ujarnya, Senin (23/12).

Proses persiapan pameran memakan waktu sekitar dua minggu. Mulai dari pengumpulan komunitas dan karya, hingga perjanjian terkait hak dan kewajiban fotografer selama pameran berlangsung.

Pameran ini mendapat sambutan hangat masyarakat. Sejak dibuka, sudah banyak pengunjung yang datang.

"Ada sekitar tujuh bingkai foto yang laku terjual," ungkap Endang.

Pameran ini juga menjadi ruang bagi para fotografer Banjarmasin untuk memamerkan bakat mereka ke khalayak luas.

"Banyak yang baru menyadari bahwa fotografer Banjarmasin memiliki karya sebagus ini. Kota kita benar-benar terlihat luar biasa ketika diabadikan lewat lensa kamera," jelas Endang.

Ia berharap, pameran ini dapat terus berlanjut di masa depan sebagai ajang apresiasi seni sekaligus promosi budaya Banjarmasin. "Lewat karya ini, kita bisa menunjukkan bahwa Banjarmasin tidak hanya indah secara fisik, tapi juga kaya akan cerita yang bisa diabadikan," pungkasnya.

Pameran bertajuk "Cerita 498 Tahun Kota Banjarmasin" ini berlangsung mulai Jumat (20/12) hingga Minggu (29/12), buka setiap hari dari pukul 16.00 hingga 23.00 Wita. 

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#pameran #foto #banjarmasin #kreatif