Landak, hewan berduri tajam yang biasa hidup liar di hutan, mungkin memberi kesan menakutkan. Namun berbeda dengan saudara kecilnya, landak mini. Hewan mungil ini justru terkenal karena lucu dan jinak.
****
BAGI pecinta hewan, landak mini adalah pilihan sempurna untuk dipelihara. Meskipun tubuhnya dipenuhi duri, landak mini tidak berbahaya dan aman dipegang dengan tangan kosong. Dengan warna-warna cantik seperti albino dan cokelat, tak heran jika permintaan dari peminat satwa lucu ini terus meningkat.
Melihat tingginya minat masyarakat, Nur Sya'bana Pratama, warga Desa Semangat Dalam, Barito Kuala, mengubah hobinya menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Nur Sya'bana mulai memelihara landak mini sejak kuliah. Bermula dari kegemaran, ia kini memiliki puluhan kandang landak mini di lahan kosong samping rumah.
Setiap kandang diisi berbagai jenis landak, mulai dari indukan, pinto, tobi, champ, hingga apricot.
"Ternak landak mini ini relatif mudah," ungkap Bana, Senin (23/12).
Dari masa kawin hingga melahirkan juga hanya membutuhkan waktu sekitar 40 hari. Sekali melahirkan, indukan bisa menghasilkan 5-10 anakan yang siap dijual saat usianya menginjak dua bulan.
Harga satu ekor landak mini dibanderol mulai Rp200 ribu, tergantung jenis dan warna. Dengan perawatan sederhana—memberi makan dua kali sehari dan rutin membersihkan kandang—usaha ini mampu menghasilkan keuntungan jutaan rupiah per bulan.
Bangkit dari Himpitan Pandemi
Pandemi Covid membuat Nur kehilangan pekerjaan sebagai karyawan swasta. Namun, berkat usaha ternak landak mini, ia kini terbebas dari kesulitan ekonomi.
"Hasil dari landak mini cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecil saya," kata Bana.
Landak mini bukan hanya menjadi hiburan bagi pecintanya, tetapi juga membuka peluang usaha yang menguntungkan. Ukurannya yang mungil, wajahnya yang lucu, dan sifatnya yang jinak membuat hewan ini layak jadi teman di rumah.
Tak berhenti di landak, Bana juga mulai merambah hewan eksotis lainnya seperti sugar glider dan iguana, yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Editor : Arief