Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Seni Menaklukkan Tremor, Laporan dari Fun Battle Latte Art Banjarmasin

Tia Lalita Novitri • Jumat, 22 November 2024 | 12:27 WIB
MELUKIS KOPI: Battle skill latte art di Pop! Hotel Banjarmasin, Kamis (21/11).
MELUKIS KOPI: Battle skill latte art di Pop! Hotel Banjarmasin, Kamis (21/11).

Puluhan barista bersua di Pop! Hotel di Jalan Djok Mentaya, Banjarmasin Tengah, Kamis (21/11). Mereka battle skill, beradu kebolehan melukis di atas kopi.

        ****
Tangan Ahmad Hadisafutra tampak gemetar. Lakon yang bertahun-tahun digeluti, mendadak jadi tantangan berat.

Futra kebagian tema 4 stack tulip, satu dari sekian banyak model latte art. Ia grogi, puluhan pasang mata menatap tajam gerakannya.

“Atmosfernya berbeda, nervous sekali,” imbuh barista salah satu kafe di kawasan Jalan Cempaka itu.

Gugur di babak penyisihan, Futra tampak legawa. Ia mengakui penampilannya memang belum maksimal.

Melukis kopi memang tak seenteng saat menyeruputnya. Apalagi di tengah kompetisi.

Futra sendiri telah mempelajari sederet corak dasar latte art. Lima tahun berkiprah sebagai barista, basic pattern ini sebenarnya telah ia kuasai.

“Tapi kembali lagi, sorot mata audiens justru menjadi tantangan utama,” tutur Futra.

Warga Pekapuran Laut itu enggan berkecil hati. Kompetisi pertamanya ini membawanya berangan lebih tinggi. Suatu hari nanti, ia pengin turun di event kopi bergengsi.

Setidaknya, kompetisi itu membuka lingkar pertemanan baru bagi Futra. Ia menjumpai rekan seprofesi untuk berbagi pengalaman, mengetahui keunikan skill satu sama lain.

“Para peserta jago-jago, keunikan mereka berbeda-beda, sangat menginspirasi,” ucap alumnus SMK Dharma Paramitha Jakarta itu.

Perkara tremor, sebenarnya tidak hanya dialami Futra. Peserta lain juga menunjukkan gelagat yang sama.

Salah satu juri, Akhmad Gazali Rahman menjelaskan, getaran tangan tak terkontrol ini boleh jadi karena dua hal.

"Karena mental belum siap atau faktor kesehatan,” sebutnya.

Mental belum siap karena tidak percaya diri. Membuat peserta lebih takut dihakimi oleh penonton, ketimbang mempercayai kemampuannya.

Barista juga harus sehat. Mereka butuh workout, tidur cukup, dan terhidrasi.

“Berkeliling di venue sebelum kompetisi bisa sangat membantu mengurangi grogi,” kata peraih Juara 3 Barista Saudi Championship 2021 ini memberikan saran.

Pemuda 28 tahun itu berpesan, berlatihlah seperti kompetisi, berkompetisilah seperti berlatih.
“Jadi kita akan merasa lepas saat battle beneran,” ujarnya.

Kompetisi ini merebutkan hadiah jutaan rupiah. Tiga barista terbaik berhak membawa pulang trofi, uang pembinaan dan piagam.

Ada tiga indikator penilaian yang harus mereka lampaui. Pertama, harmoni yang mengacu pada keindahan saat pandangan pertama.

“Enak dilihat tidak? Itu poin dari harmoni,” tekan Rahman.

PENJURIAN: Dewan juri ketika menilai hasil “lukisan” para barista.
PENJURIAN: Dewan juri ketika menilai hasil “lukisan” para barista.

Kedua, kontras yang mengacu pada kejelasan lukisan. Bercak-bercak putih atau cokelat takkan ditoleransi.

Ketiga, simetris mengacu pada tata letak dan keseimbangan lukisan. “Apakah stack corak seimbang, apakah penempatannya pas?” ujarnya.

Secara keseluruhan, Rahman melihat Kalimantan Selatan menyimpan barista-barista potensial. “Banjarmasin dan sekitarnya tak akan kekurangan barista andal,” serunya.

“Para peserta ini punya passion, itu modal yang penting dan harus dikembangkan lewat kompetisi semacam ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Manajer Pop! Hotel Banjarmasin, Novan Andhika membeberkan bahwa Fun Battle Latte Art ini bagian dari kalender event hotel.

“Setelah sederet kalender event kami terlaksana, kompetisi ini rangkaian terakhir di tahun 2024,” ucapnya.

Pop! mengusung event untuk anak muda karena sesuai dengan pangsa pasar. “Kami selalu ingin dekat dengan anak muda, salah satunya lewat event ini,” pungkasnya.

Editor : Arief
#Kopi #Latte art