Selain makanan kering, terkadang Dini juga memberi kucing jalanan dengan makanan basah atau wett food.
*****
Misalnya waktu belanja di toko ritel modern, kalau di depan toko itu ada kucing, maka ia dan suami langsung membelikan makanan basah di sana.
“Dan momen itu yang paling saya senangi. Karena melihat mereka makan dengan lahap, itu punya nilai tersendiri bagi saya pribadi,” katanya.
Di sisi lain, Dini mengaku geram dengan kebiasaan masyarakat yang dengan sengaja membuang kucing, hanya karena merasa terganggu dengan keberadaannya.
Hal ini menurutnya masih terus terjadi karena hukum mengenai kesejahteraan hewan di Indonesia masih sangat lemah.
“Tentu saya ingin ada sanksi yang diberikan kepada mereka yang membuang kucing dengan tidak bertanggung jawab,” kata warga Kelurahan Landasan Ulin Timur ini.
Ia membeberkan, dari banyak kasus yang ia temui, rata-rata orang yang membuang atau menelantarkan kucing karena jumlah kucingnya yang terus bertambah.
Karena itulah, dini berharap ada aturan yang mewajibkan pemelihara untuk membatasi jumlah kucingnya.
“Yang mana juga bisa menjadi solusi agar tidak terjadi over populasi kucing dan mengurangi risiko membuang kucing,” pungkasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief