Idenya inovatif. Komunitas Garis Karsa mengolah ampas kopi yang biasanya berakhir di tempat sampah, menjadi produk sabun organik. Inilah kontribusi anak muda untuk lingkungan yang lebih hijau.
****
SABUN dari ampas kopi buatan Garis Karsa ini punya berbagai manfaat untuk kulit, meningkatkan kolagen hingga menjadi antioksidan alami.
Bahannya 100% alami. Minyak kelapa, minyak biji bunga matahari, dan eco enzyme dari kulit jeruk menggantikan bahan-bahan kimia yang biasa ditemukan di sabun-sabun komersial.
"Sebenarnya ini dimulai dari pertemuan kami dengan seorang wanita penderita kanker kulit. Dia nggak bisa pakai sabun sembarangan dan akhirnya membuat sabun sendiri dari bahan alami. Dari situ kami terinspirasi," ungkap Miftah Sabila Azra, salah satu volunteer di komunitas tersebut.
Kini sabun ampas kopi itu laris dengan harga sekitar 15-20 ribu rupiah per batang.
Tapi cerita ini bukan cuma soal sabun. Ada isu yang lebih besar, yakni jutaan ton ampas kopi yang terbuang setiap tahun dan berpotensi melepas gas metana, yang dampaknya 86 kali lebih berbahaya dari karbondioksida.
"Dengan tren konsumsi kopi yang naik terus, lebih dari 6 juta ton ampas kopi terbuang setiap tahun. Jika dibiarkan, limbah ini bisa merusak lingkungan kita," kata Azra.
Garis Karsa, yang terbentuk tahun 2022, sekarang punya enam volunteer dan tiga inovator yang terus bereksperimen dengan ampas kopi.
Selain sabun, mereka juga sedang mengembangkan produk seperti briket dan lilin aroma terapi dari limbah kopi.
Mereka tidak cuma berfokus pada pembuatan produk. Garis Karsa juga rajin mengadakan pelatihan pembuatan sabun untuk masyarakat. Pesertanya dari anak-anak sampai orang dewasa.
Lewat pelatihan ini, mereka ingin menularkan kesadaran tentang pentingnya produk ramah lingkungan.
"Kesadaran masyarakat akan produk ramah lingkungan semakin meningkat. Peserta pelatihan kami datang dari berbagai kalangan," ujar Azra.
Meskipun sudah bekerja sama dengan kedai kopi lokal di Banjarmasin dan Banjarbaru untuk mengumpulkan ampas kopi, mereka berharap ada dukungan yang lebih besar dari pemerintah.
"Kami pengin berkolaborasi dengan pemerintah dalam pengelolaan limbah ini. Untuk sementara, kami kenalkan inovasi ini lewat lomba-lomba," kata Azra.
Dan usaha mereka sudah mulai diakui. Garis Karsa telah memenangkan beberapa penghargaan, seperti BLAS Pitching Competition 2022 dan Pemuda Pelopor Kota Banjarmasin 2024.
Editor: Syarafuddin
Editor : Arief