Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tradisi Unik Ribuan Baayun Maulid di Masjid Keramat Al-Mukarramah, Nazar Terkabul Tambah Semangat Datang

Rasidi Fadli • Selasa, 17 September 2024 | 11:14 WIB

 

PENUHI NAZAR: Masnah berusia 85 tahun berangkat dari Banjarmasin ke Tapin untuk mengikuti Baayun Maulid di Masjid Keramat Al-Mukarramah, Desan Banua Halat.
PENUHI NAZAR: Masnah berusia 85 tahun berangkat dari Banjarmasin ke Tapin untuk mengikuti Baayun Maulid di Masjid Keramat Al-Mukarramah, Desan Banua Halat.

Baayun Maulid di Masjid Keramat Al-Mukarramah, Desa Banua Halat Kiri, Kecamatan Tapin Utara jadi magnet. Selalu diikuti ribuan orang.

           *****
Sejak subuh, ribuan orang sudah datang ke Desa Banua Halat Kiri, Kecamatan Tapin Utara, untuk mengikuti tradisi baayun maulid. Mereka sibuk mencari nomor ayunan.

Ayunan-ayunan tersebut jumlahnya ribuan. Dari data panitia, ada 3.229 ayunan yang terpasang.
Tidak hanya terpasang di area masjid saja. Tapi kebanyakan berada di sekitar masjid dengan dibangunkan tenda.

Usai ayunan dapat, peserta tak langsung menaikinya. Namun, menunggu sampai mahallul qiyam atau bagian berdiri saat para jemaah membaca selawat, sekitar pukul 10.00 Wita.

Sambil menunggu, aktivitas jemaah bermacam-macam. Ada yang duduk di sekitar ayunan keluarga. Ada juga yang berbelanja.

Panitia pelaksana sudah menyiapkan stan atau tempat khusus untuk pedagang. Mereka berjualan di pintu masuk.

Stan para pedagang maupun tempat parkir memang diatur khusus. Bahkan ayunan pun juga diatur. Sekarang tidak ada lagi yang memakai jalan. Termasuk ayunan untuk tamu VIP, biasanya di seberang jalan. Sekarang di halaman masjid saja.

Lantas apa yang membuat baayun maulid di Masjid ini begitu menarik? Selain masjidnya bersejarah dan masuk cagar budaya, baayun maulid di sini memang karena ada nazar para pesertanya.

Masnah, salah satunya. Warga Banjarmasin ini peserta tertua yang ikut. Umurnya sekitar 85 tahun.

Untuk datang ke lokasi baayun maulid, ia harus berkursi roda dan dibantu oleh keluarganya.
Salah satu keluarganya, Ipit menceritakan bahwa neneknya ikut baayun karena memang sebelumnya ada nazar. “Jadi nenek saya bernazar, kalau bisa jalan akan ikut baayun maulid. Alhamdulillah terkabul, dan hari ini bisa ikut,” tuturnya.

Ipit menceritakan bahwa alasan dipilihnya baayun maulid di Kabupaten Tapin memang keinginan neneknya. “Padahal memang ada baayun maulid di Banjarmasin. Namun nenek saya bernazar di Masjid Al-Mukarramah sini,” tuturnya.

Ia membandingkan baayun maulid di Tapin memang luar biasa. Antusias peserta yang ikut sampai ribuan orang. “Jadi kami yang dari Banjarmasin, juga semangat untuk ikut kegiatan ini,” tuturnya.

Peserta lainnya, Ahlul Jannah bersama cucunya mengikuti baayun maulid karena memang ingin mengambil berkah. “Memang setiap tahun ikut baayun maulid, tapi berganti-ganti. Dari saya, anak, sampai cucu,” tuturnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Akhmad Suriansyah memberitahukan bahwa baayun maulid tahun 2024 ini, peserta yang paling jauh dari Jakarta dan Yogyakarta. Diakuinya, jumlah ayunan yang terpasang tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2023, ada 3.465 ayunan.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengakui tradisi baayun maulid di Masjid Al-Mukarramah ini memang unik. Sebelum pelaksanaan baayun, terlebih dahulu masyarakat sekitar mengadakan maulid di rumah masing-masing. “Jadi ini kelebihannya, karena tiap rumah di sekitar masjid mengadakan maulid sebelum ikut baayun,” ucapnya.

Menurutnya, tradisi semacam ini hanya ada di Tapin saja. “Di beberapa tempat memang ada melaksanakan tradisi maulid satu kampung, tetapi tidak dibarengi dengan baayun maulid,” tuturnya. “Kebanyakan peserta yang ikut baayun, karena nazarnya terkabul,” ucapnya.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Religi #Baayun Maulid #Budaya #Tapin #maulid #tradisi