Sejak lahir Zahra harus berjuang sembuh dari Penyakit Jantung Bawaan (Pjb). Deritanya pun bertambah ketika ibunya meninggal dunia.
***
Zahra Rumaisa kini berusia empat tahun. Ia lahir secara prematur dengan berat 1,2 ons pada tahun 2020 lalu.
Sejak lahir ia sudah menderita Penyakit Jantung Bawaan (Pjb). Tak hanya itu, saat baru berumur 2 tahun 6 bulan tepatnya pada 2022 lalu, Zahra juga harus kehilangan sosok ibu yang lebih dulu wafat karena sakit.
Saat ini, Zahra dirawat oleh tante dan neneknya di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka Banjarbaru.
"Sebelum ibunya meninggal, mereka dulu tinggal di Barabai (Hulu Sungai Tengah). Sementara bapaknya sudah meninggalkan mereka," ucap Ayu Hardini (25), adik dari almarhumah ibunya Zahra.
Ayu menceritakan, sejak Zahra berusia satu tahun, dokter sudah menawarkannya untuk dilakukan operasi.
"Zahra ketahuan menderita Pjb sejak lahir prematur, saat discreening ketahuan penyakitnya jantung, dokter pun menyarankan operasi di Jakarta. Tapi karena terkendala biaya jadi ditunda," ucap Ayu yang juga bekerja sebagai admin di salah satu perusahan swasta.
Alhasil, Zahra pun terus bolak balik ke rumah sakit untuk perawatan.
Malangnya, di tengah proses pengobatan Zahra, sang ibu sakit dan terus melemah beberapa bulan hingga akhirnya wafat, perawatan Zahra pun sempat berhenti sementara.
"Setelah beberapa waktu mengurus almarhumah ibunya, pengobatan Zahra pun dilanjutkan, dan sayangnya dokter saat itu mengatakan jantungnya Zahra terdapat pembengkakan dan harus segera dioperasi," jelasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief