Di bangunan estetis itu, Bagir baru menyelesaikan pameran bertajuk Ket2mu Gallery. Program khusus merayakan dua tahun studionya yang dihelat pada 23-25 Agustus kemarin.
Dalam event Ket2mu Gallery, ia dan tim menyajikan ekshibisi yang unik. Di sana ada tujuh bagian yang mereka sebut stage.
Stage 1 bertema Awal Mula. Berkisah tentang kilas balik awal terbentuknya studio. Selain narasi, di sana terpajang foto-foto peralatan studio, photo booth.
Stage 2 dinamakan Langkah Pertama. Ratusan self photo terpajang. Self photo sendiri adalah salah satu layanan unggulan studio ini. Mereka berfoto dengan kendali remot di tangan.
“Mereka lebih leluasa berekspresi karena tanpa fotografer,” ucap Bagir.
Di stage ini, pengunjung tampak seru mengenali wajah subjek foto. Bagi yang beruntung, self fotonya mungkin terpampang di pameran itu.
Stage 3 disebut Tapak Jejak. Menyuguhkan spanduk panjang. Berisi kalimat perjalanan Ketemu Studio selama dua tahun.
“Bahkan hingga membuka cabang di Banjarbaru,” beber Bagir.
Baca Juga: Kisah Sukses Pedagang Sate Keliling Asal Madura: Berkat Bumbu Rahasia Sang Kakek
Di Kota Idaman, Ketemu Studio menawarkan layanan Ketemu Sejenak. Konsepnya foto box dengan lensa wide. Tren foto yang sedang naik daun belakangan ini.
Stage 4, 5 dan 6 tentang Rekam Silam. Di sini memamerkan ratusan foto unik. Juga menjadi saksi bisu perjalanan kisah Ketemu Studio berkolaborasi dengan brand lainnya.
“Kolaborasi unik dengan King Play dan Oui Sunny menciptakan tema foto baru. Seperti berefek cembung, dan memakai bunga khas Oui Sunny,” jelasnya.
Stage 7 adalah Rekah Kisah. Ini studio yang acap dipakai untuk sesi foto. Sementara pameran, studio ini didekorasi untuk pajangan.
Baca Juga: Bisa Beli Dua Rumah dan Tiga Mobil, Kisah Sukses Pedagang Sate Keliling Asal Madura
Lembar-lembar foto dengan gaya yang apik tersusun di sana. Terlihat profesional, padahal mereka bukan model.
Ini hasil dari layanan Difotoin Ketemu. Sesi berfoto dengan fotografer profesional.
Ada potret pasutri lanjut usia yang tertawa bersama, perempuan cantik dengan gaya anggunnya, pemuda tampan dengan style kasual, foto keluarga bahagia, atau sekadar foto untuk profil.
Pameran ini juga menunjukkan display-display menarik yang bisa dipakai pengunjung untuk berfoto. “Sengaja bikin exhibition begini, biar konsep anniversary-nya berbeda,” ujarnya.
Baca Juga: Kisah Ego Hendra, Penjual Bendera Asal Jambi: Kalau di Kampung Jadi Petani Karet
Ketemu Studio berangkat dari kegelisahan. Tahun 2020, pandemi membuat Bagir berpikir ekstra. Berbekal pengalaman kerja industri kreatif, ia berniat punya studio sendiri.
Selain self photo, ketemu sejenak dan foto studio profesional, mereka juga hadir di mana-mana.
“Ada servis Ketemu Dimana-mana, konsepnya foto box keliling dengan konsep menarik,” pungkas lelaki gemar basket itu.
Editor : M. Ramli Arisno