Rahmadi menjadi penjahit sepatu dan sandal sejak 2014 silam. Pasang surut usaha ini telah ia jalani.
*****
Berada di tengah keramaian kota, tepatnya di Jalan Taman Gembira Selatan bersebelahan dengan kantor Kelurahan Guntung Paikat, seorang laki-laki paruh baya bernama Rahmadi tampak sibuk menjahit sepatu di lapaknya.
Dalam sehari jika sedang untung, dirinya bisa menjahit belasan pasang sepatu dan sandal yang rusak. "Tapi kalau sepi, dalam sehari bisa enggak dapat pelanggan satu pun," katanya saat ditemui Radar Banjarmasin, Jumat (19/7).
Untuk jasa jahit sepatu dan sandal ia mematok Rp10 ribu hingga Rp20 ribu untuk satu pasangnya. "Biasanya buka sejak pukul 8 pagi hingga 5 sore," ucap Rahmadi.
Biasanya kerusakan sepatu yang sering dijumpai Rahmadi ketika hendak menjahit kebanyakan karena bolong dan harus ditambal, adapula karena solnya lepas.
Rahmadi mengaku sudah melakoni jasa jahit sepatu dan sandal sejak 2014 silam, bersama rekanan penjahit lainnya. Berkat keahliannya itu, ia mampu menyelesaikan pendidikan tiga anaknya hingga jadi sarjana.
"Sebelum jadi tukang jahit sepatu, saya sudah pernah berdagang keliling di Banjarmasin dan Banjarbaru, setelah itu jadi buruh harian lepas juga pernah," ujarnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief