Bukan uang yang ingin dicari Kamal, melainkan hanya mengikuti kata hati untuk membantu para pecandu narkoba pulih dari ketergantungan.
*****
Mengenakan kemeja putih, Kamal tampak tak canggung berbaur dengan para pecandu obat-obatan terlarang.
Meski belum lama saling mengenal, namun sosok pria berambut klimis itu mampu mencairkan suasana. Dia membuat ketegangan di panti rehabilitasi narkoba tersebut sirna.
Seperti itu lah keseharian yang dijalani Kamal, ketika sedang bertugas sebagai mentor di Yayasan Rehabilitasi Korban Narkoba (YR Kobra) Kalsel.
Menjadi mentor sekaligus konselor bagi para pecandu narkoba, dilakukan oleh warga Kompleks Guntung Manggis Living Style, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin itu dengan ceria.
Tujuan Kamal berada di sana hanya satu, yakni bisa membantu para pecandu pulih dari ketergantungan.
Berbeda dari kebanyakan orang, Kamal memiliki sudut berbeda dalam memandang seorang pecandu narkoba. Baginya, para pecandu bukanlah seorang penjahat kelas kakap yang patut dijauhi dan dicueki, melainkan sesama manusia yang perlu uluran bantuan.
"Mereka telah terjerumus, salah dalam pergaulan. Sebagai sesama manusia, saya pikir membantu mereka adalah pilihan yang tepat," katanya, Selasa (2/7).
Lebih kurang dua tahun sudah Kamal berkegiatan di YR Kobra Kalsel, tanpa gaji atau imbalan. Namun hal itu bukanlah suatu halangan yang besar baginya, untuk terus mendampingi para pecandu.
Sebab bukan uang yang ingin ia cari dari kantong keluarga para pecandu, melainkan hanya menuruti kata hati nurani.
Bapak dua anak itu sudah merasa cukup, dengan pekerjaan utamanya sebagai pegawai di BNN Kota Banjarbaru. "Ini merupakan ladang amal bagi saya, dan cukup itu motivasinya," ucapnya.
Editor : Arief