Kolam renang gratis di Kompleks Lambung Mangkurat Regency bakal dikelola lebih baik lagi, ini setelah ada dua bocah tenggelam di lokasi itu.
*****
Dua bocah berusia 14 tahun yakni Abdillah dan Hasan ditemukan meninggal dunia di kolam gratis di Kompleks Lambung Mangkurat Regency, Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka pada Sabtu (8/6) lalu.
Salah satu pedagang di sekitar kolam, Lina menyebut, tragedi itu membuat kolam sempat sepi pengunjung. "Sekarang mulai ada lagi yang berkunjung," katanya.
Agar kejadian itu tak terulang, kolam tersebut bakal dikelola lebih baik melalui pembentukan Pokdarwis. "Informasinya kelompok sadar wisata dari kompleks ini sudah siap, saat ini masih proses pembuatan proposal," ujar Lina.
Ia berharap, dengan adanya kepastian pengelolaan kolam renang, tidak terjadi lagi tragedi orang tenggelam dan semakin memikat pengunjung. "Mudahan dengan ini fasilitas juga semakin bagus," imbuhnya.
Dikonfirmasi, Kasi Pembinaan dan Pengembangan Pariwisata pada Disporabudpar Banjarbaru, Silfiana Wahidah Hilmi mengatakan, keberlanjutan pembentukan Pokdarwis untuk mengelola kolam tersebut masih diproses.
"Sampai saat ini kami menunggu proposal usulan untuk pembentukan Pokdarwis dari mereka. Untuk kemudian kita buatkan SK," ucap Silfi.
Silfi juga menyebut soal kolam renang Lambung Mangkurat Regency itu sebenarnya adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang perlu dikaji lebih lanjut. "Mungkin perlu dikaji dengan SKPD terkait untuk keamanannya," pungkasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief