Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banyak Jemaah Berburu Majelis di Kalsel, Suka Guru Karena Ini

M Akbar • Selasa, 12 Maret 2024 | 08:32 WIB
KAJIAN: KH Syam
KAJIAN: KH Syam

Berburu majelis banyak dilakukan warga Banua. Saking menjamurnya majelis, mereka tinggal pilih mau berguru ke siapa, hari apa, dan di mana. Tentu saja dengan hadir ke majelis berharap semakin memperdalam ilmu agamanya.

     ***
AMUNTAI – Ada satu majelis kajian ilmu yang juga memiliki banyak jemaah di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Tepatnya di Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Murung Sari, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Namanya, Majelis Tauhid Assiraajul Muniir.

Kajian ilmu di sini dipelopori KH Syam'uni sejak tahun 2003. KH Syam'uni merupakan ulama kelahiran Kota Amuntai pada tahun 1971. Ia mengajarkan ilmu Tauhid, Fiqih, dan Tasawuf, serta pembacaan Maulid Simtuduhuror atau Habsyi. “Ada juga zikir 7 laksa (70 ribu, red) dan membaca Surah Al Ikhlas 10 laksa,” ujarnya. Namun, jumlah zikir dan pembacaan Al Ikhlas yang banyak itu dibagi ke masing-masing jemaah.

KH Syam'uni mendirikan majelis ini utamanya untuk syiar atau berdakwah, dan berbagi ilmu agama yang bermanfaat bagi masyarakat. “Dengan ilmu agama diharapkan jemaah maupun masyarakat luas bisa terhindar dari kebodohan. Memahami ilmu agama tentu semakin besar warga terhindar dari perbuatan negatif,” yakinnya.

Jemaah laki-laki maupun perempuan dipisah waktunya. Khusus laki-laki pada Senin malam dan Rabu malam. Sedangkan khusus perempuan digelar setiap Senin sore, dan Rabu sore. Majelisnya ini juga sekaligus kediamannya.

Imam Masjid At-Taqwa Amuntai ini menyebut jemaah dari kalangan campuran. Mulai remaja dan dewasa, pejabat, hingga orang biasa. “Selama mau menuntut ilmu agama, silakan mengikuti majelis dan kajian ilmu di majelis kami,” ajaknya.

Para jemaah kebanyakan dari Kecamatan Amuntai Tengah, Amuntai Selatan, Sungai Pandan atau lebih dikenal dengan Alabio, serta Kecamatan Haur Gading.

Pada bulan Ramadan 1445 Hijriah, majelis ilmunya tetap buka. Hanya ada perubahan waktu pelaksanaan. Jemaah ibu-ibu yang semula sore setelah salat Ashar, dipindah ke pukul 09.00 pagi.

“Amalan apa yang baik dikerjakan selama Ramadan, yakni membaca Al-Qur'an. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW bahwa Ramadan adalah bulan umatku, jadi perbanyaklah membaca Al-Qur'an,” pesannya.

Pendidikan terakhir KH Syam'uni di Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah. Selain menjadi Imam Besar Masjid Raya Amuntai, kesehariannya juga berwiraswasta.

Salah satu jemaahnya, Rahmah Az Zahrah mengenal Abah Guru Alamatan (nama lain jalan Ahmad Dahlan, red) merupakan sosok guru yang tawadu. Senantiasa ceria dalam memberikan pelajaran agama kepada muridnya.

Bahkan, termasuk mau mendengarkan ketika ada jemaah yang meminta waktu untuk bertanya tentang hukum-hukum agama. “Abah Guru Alamatan sangat jelas dalam menyampaikan suatu hukum berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis. Termasuk kitab-kitab lain yang sudah beliau pelajari,” ungkapnya. Dikenalnya pula sebagai ulama yang santun dan dekat dengan jemaahnya. “Beliau juga sosok yang selalu perhatian dengan muridnya,” nilainya.

Seputar Majelis Tauhid Assiraajul Muniir

Berdiri: Sejak 2003
Alamat: Jalan K.H Ahmad Dahlan Kelurahan Murung Sari Amuntai.
Guru : K.H Syam'uni bin Ali Hasan
Kelahiran : Amuntai , 7 Mei 1971
Pelajaran: Ilmu Tauhid, Ilmu Fiqih dan Tasawuf, Habsy dan Zikir
Jadwal :
Laki-laki : Senin Malam dan Rabu Malam
Perempuan : Senin Sore dan Rabu sore

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Religi #feature #umat #Inspirasi #islam #Hulu Sungai Utara #ustaz