Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Misteri di Balik Keluarga Harmonis, Dari Pementasan Teater Bukan Rumah oleh Himasindo

M Dirga • Selasa, 5 Maret 2024 | 11:07 WIB
PENTAS SENI: Teater Himasindo dari FKIP Universitas Lambung Mangkurat mementaskan Bukan Rumah pada Ahad (3/3) malam di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalsel, Banjarmasin Utara. 
PENTAS SENI: Teater Himasindo dari FKIP Universitas Lambung Mangkurat mementaskan Bukan Rumah pada Ahad (3/3) malam di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalsel, Banjarmasin Utara. 

Sastrawan besar Rusia, Leo Tolstoy menyimpulkan, semua keluarga bahagia itu mirip satu sama lain. Tapi, setiap keluarga tidak bahagia, tidak bahagia dengan caranya masing-masing.

      ****
SUASANA kelam terpancar di panggung Gedung Balairung Sari Taman Budaya Kalsel, Ahad (3/3) malam.

Penonton disuguhi pertunjukan teater berjudul Bukan Rumah.

Menceritakan sebuah keluarga yang dari luar tampak harmonis. Namun ada misteri di balik kehangatan dan canda tawa itu.

Pertunjukan itu persembahan Teater Himasindo (Himpunan Mahasiswa Seni Indonesia), unit kegiatan mahasiswa FKIP Universitas Lambung Mangkurat.

Malam itu, penonton diajak menyimak kisah keluarga harmonis yang berubah secara dramatis. Sejak awal pementasan, suasana cerah menyelimuti seantero panggung. Diperkuat lagu bernuansa ceria yang dibawakan band pengiring.

Di tengah panggung, sebuah keluarga tampak bersatu dalam kebahagiaan yang sempurna. Ratna hidup bahagia bersama suaminya Arman dan kedua anaknya.

Tapi, keceriaan itu diusik ketukan pintu misterius. Pintu yang ketika dibuka, membawa keluarga itu menuju dunia yang tidak pernah mereka bayangkan.

Dalam setiap dialog, terasa begitu emosional dan mendalam. Alunan musik dramatis yang mengiringi adegan-adegan tertentu semakin memperkuat emosi karakter, memperdalam pengalaman penonton dalam merasakan setiap konflik yang terjadi.

Dibalut pencahayaan yang sendu, penonton diajak merasakan ketegangan yang terus meningkat seiring perkembangan kisah.

Konflik antara anggota keluarga dan orang asing tersebut menggugah rasa penasaran penonton. Kehadiran orang asing misterius tersebut membawa atmosfer penuh tanda tanya.

Pertunjukan Bukan Rumah mengajak kita untuk merenungkan betapa kompleksnya dinamika keluarga dan betapa pentingnya untuk selalu berusaha memahami satu sama lain.

Karakter utama Ratna diperankan dengan apik oleh Rina Rahmawati. Mahasiswi semester dua Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia (PBSI) itu sukses memerankan sosok yang penuh kasih sayang terhadap keluarganya.

"Banyak pengalaman yang didapat selama berproses selama hampir tiga bulan ini. Peran sebagai Ratna memberi pengalaman luar biasa," ucapnya.

Salah satu penonton, Amrullah mengatakan, awalnya ia terpukau dengan keharmonisan keluarga ini. Namun seiring perkembangan cerita, ia menyadari something going wrong.

"Misteri yang disajikan begitu menggugah imajinasi dan emosi saya," katanya.

Sang sutradara, Yanuarlin Muta'Aaly menegaskan, pementasan ini memang sengaja dirancang untuk menyajikan sudut pandang baru tentang keluarga dan dinamika di dalamnya.

"Kami ingin penonton merasakan campuran antara kehangatan keluarga dan ketegangan misteri yang terselip di dalamnya," ujarnya.

Bagi pemerhati seni teater Kalimantan Selatan, Irwan Aprialdi, Bukan Rumah membawa semangat berkesenian yang khas mahasiswa.

Dengan penuh optimisme membuka ruang untuk menggali lebih banyak kemungkinan untuk bereksplorasi.

"Eksistensi Teater Himasindo selama ini mampu memberi model yang baik dalam ekosistem kesenian di lingkungan kampus. Ada baiknya model ini terus dimuktahirkan seiring berjalannya waktu dan perkembangan ilmu pengetahuan," ucap pria yang akrab disapa Encek tersebut.

Ketua Umum Teater Himasindo, Alfin Wahyudi Rahman berharap, pertunjukan tersebut bisa memberikan renungan mendalam bagi para penonton.

Editor: Syarafuddin

Editor : Arief
#seni #feature #banjarmasin #ULM #pagelaran #teater