Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Menyeruput Mimpi dalam Segelas Es Tebu, Kisah Inspiratif dari Kamarudin

M Dirga • Rabu, 31 Januari 2024 | 08:01 WIB
SEMANGAT: Kamarudin melayani pembeli es tebunya di tepi jalan menuju bendungan Pitap.
SEMANGAT: Kamarudin melayani pembeli es tebunya di tepi jalan menuju bendungan Pitap.

Di puncak tanjakan sebelah bendungan Pitap, sebuah gerobak es tebu berdiri. Di situ, Kamarudin menyapa pelanggannya dengan senyum ramah. Ia menawarkan minuman segar yang dibuat dari tebu yang ia tanam sendiri di kebunnya. Di belakangnya, Danau Pitap memancarkan keindahan alam yang menenangkan.

       ****

Kamarudin hanyalah seorang pedagang es tebu yang sudah berjualan selama belasan tahun. Ia berasal dari Banjarbaru, tetapi hijrah ke Balangan untuk mencari lahan yang lebih luas. Ia membeli tanah seluas 17 borongan dan mengubahnya menjadi kebun tebu. Dari situ, ia mendapatkan bahan baku untuk usahanya.

Sebelum menjadi pedagang es tebu, Kamarudin pernah bekerja sebagai karyawan di perusahaan Plywood. Namun, ia merasa kurang puas dengan pekerjaannya. Ia ingin mencoba sesuatu yang baru dan berbeda. Ia terinspirasi oleh iparnya yang juga berjualan es tebu. Ia pun memutuskan untuk mengikuti jejaknya.

Kamarudin tidak menyesal dengan pilihannya. Ia menikmati pekerjaannya sebagai pedagang es tebu. Ia bisa mengatur waktu dan tempat berjualan sesuai dengan keinginannya. Ia juga bisa berinteraksi dengan banyak orang, baik anak sekolah maupun pengunjung wisata. Ia menjual es tebunya dengan harga Rp4 ribu per gelas. Dari situ, ia bisa menghasilkan Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per hari.

Tentu saja, ada suka dan duka yang ia rasakan. Sukanya adalah ketika musim panas, banyak orang yang haus dan membeli es tebunya. Dukanya datang ketika hujan, ia harus pulang lebih cepat dan kehilangan pelanggan. Namun, ia tidak pernah mengeluh. Ia selalu bersyukur dengan apa yang ia miliki.

Salah satu alasan Kamarudin bersemangat berjualan es tebu adalah untuk membiayai pendidikan anak pertamanya yang kuliah di Jogja. Ia ingin anaknya bisa meraih cita-cita dan sukses di masa depan. Ia juga ingin memberikan kehidupan yang lebih baik untuk keluarganya. Ia berusaha keras dengan niat yang tulus dan optimis.

Kamarudin adalah sosok yang patut diteladani. Ia mengajarkan kita bahwa kesuksesan tidak harus datang dari hal-hal yang mewah, glamor. Es tebu yang sederhana bisa menjadi sumber inspirasi dan kebahagiaan.

Editor: Ramli Arisno

Editor : Arief
#inspiratif #es tebu