Edy Saputra namanya tidak asing bagi penggiat rescue satwa di HSU. PNS di Dinas Pol PP dan Damkar HSU ini dikenal sebagai penjinak king cobra.
- Oleh: Muhammad Akbar - Amuntai
Ketika mendengar informasi ada ular masuk rumah, kolong lemari, sampai water closet milik warga di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Edy Saputra (42) dan timnya selalu sigap meluncur ke lokasi. Edy tak pilih-pilih. Semua hewan melata baik berbisa maupun tanpa bisa akan ditangani hingga tuntas.
Warga yang mendapat pertolongan selalu berterima kasih dan berdecak kagum. Aksinya ini membuatnya kerap disejajarkan dengan pakar reptil terkenal di Indonesia seperti Panji Petualang dan Si Gundul.
Edy baru setahun belakangan berkutat dengan dunia satwa. Itu setelah masuk ke bidang animal rescue di Damkar Kabupaten HSU. “Dulu hanya berani rescue anjing, kucing, monyet dan evakuasi tawon vespa di rumah warga. Setelah mengikuti pelatihan evakuasi reptil khususnya ular berbisa, jadi mulai berani menangkap ular,” ujar Edy.
Ia sudah mengantongi sertifikat menangani reptil dalam organisasi penggiat reptil di Indonesia. Itu membuatnya semakin berani melakukan rescue ular baik piton, kobra, bahkan king cobra.
“Koleksi kobra saya ada namanya King Momo dengan panjang 3,27 meter, Utar panjang 2,15 meter, dan tanpa nama cobra black dengan panjang 2,80 meter. Dua ular diberi kawan, dan satunya hasil rescue,” terangnya.
Kalau King Momo dan Utar memakan ular piton atau ular lainnya maka akan kenyang sangat lama. “Sekali makan piton, Momo bisa tidak makan selama dua bulan. Lama kan,” kisahnya.
Hewan yang menjadi santapan Momo dan Utar, menurut Edy, ular dari hasil tangkapan alam liar maupun hasil rescue di rumah warga yang meminta bantuan. Meskipun sebagian juga ada yang sudah dilepasliarkan di hutan sekitar Kecamatan Amuntai Selatan, tepatnya di Desa Banyu Hirang.
“Jadi semua ular tersebut hasil rescue. King cobra jenis golden king cobra Kalimantan dinamai Momo dan Utar. Didapat dari Damkar Batola untuk diadopsi sebagai bahan edukasi,” jelasnya.
Edy menceritakan tiga raja ular tersebut selama dipelihara, sudah dua kali melakukan ganti kulit atau shedding. “Ini sudah mau ganti kulit untuk ketigakalinya. Saat ganti kulit, ular sedikit lemah. Shedding juga berfungsi untuk meningkatkan kesehatan ular dan pertumbuhan,” paparnya. Meski saat itu sedang lemah, Edy mengingatkan jangan mendekati ular berbisa apabila tidak memiliki skill. Pasti berbahaya.
Edy sudah memiliki Channel YouTube dinamai REPTIL HUSURA dengan jumlah subscriber 1,17 ribu. Edy memaku baru tiga bulan ini fokus mengenalkan koleksi ular dan aktivitasnya di media sosial. “Jadi YouTube dan Facebook saya gunakan untuk sarana edukasi, dan mengenalkan satwa reptil pada masyarakat secara luas,” sebutnya.
Kepala Dinas Pol PP dan Damkar HSU, Asikin Noor mengapresiasi peran Edy Saputra dan timnya dalam melakukan upaya rescue satwa liar dan berbisa di wilayah kerjanya. “Edy merupakan salah satu pegawai kami yang dulu diikutkan dalam pelatihan penanganan hewan reptil di Kota Banjarbaru. Kini, Edy begitu menggeluti skill barunya tersebut,” ujar Asikin.
Bahkan, kantor yang dulunya hanya lahan kosong, kini telah menjadi lokasi isolasi hewan liar hasil rescue. Dikumpulkan di situ sebelum dilepasliarkan.
Asikin menjelaskan kobra dan piton yang dirawat tim Edy hanya untuk kepentingan pelatihan penanganan reptil melata. “Senang punya staf yang ahli dalam bidangnya. Sudah puluhan warga terbantu animal rescue dari Damkar HSU,” pujinya.
Asikin tetap meminta animal rescue mengedepankan safety dengan alat pelindung diri. “Tetap utamakan keselamatan. Patuhi SOP rescue hewan berbisa seperti ular,” pesannya.
Koleksi ular Edy Saputra di Kantor Pol PP dan Damkar HSU adalah ular king koros 3,15 meter dan king koros full black 2,90 meter. Sedangkan kategori berbisa menengah jenis boiga, di antaranya ular cincin emas 2 ekor dengan panjang 1,45 meter, dan ular ptyas fusca panjang 2,50 meter.
Koleksi tersebut kerap didatangi masyarakat dan mahasiswa untuk mengetahui dunia reptil. “Saya jadi anggota animal rescue HSU karena tertarik dunia reptil khususnya ular,” ujar Awi yang juga anggota Barisan Pemadam Kebakaran Swadaya HSU.
Editor : Eddy Hardiyanto
Editor : Arief