Untuk bisa sukses, Ashari berusaha untuk menyukai pekerjaannya, lalu fokus pada usahanya, kemudian konsisten menjalaninya.
Oleh: BAYU ADITYA RAHMAN, Landasan Ulin
Sejak 2009 membuka kios bunga, Ashari berfokus pada tanaman indoor. Seperti jenis aglonema, anggrek dan kaktus. "Jenis tanaman ini bisa diletakkan untuk menghias meja ruang tamu, kantor atau di kamar tidur," katanya.
Selain itu, ia juga menjual pupuk anorganik, media tanam, pot bunga berbagai ukuran berbahan plastik maupun keramik dan batu hias untuk potnya. "Untuk harganya lumayan terjangkau, tapi biar pembeli saja yang menilainya," ucapnya sambil tersenyum.
Ashari mengungkapkan, untuk tanaman harganya bervariasi. Anggrek misalnya, harganya mulai dari Rp50 ribu untuk jenis oncidium. Sedangkan yang paling mahal ialah anggrek vanda dengan harga Rp200 ribu. "Kalau mau yang murah, ada kaktus mini lokal, harganya Rp15 ribu," ungkapnya.
Sedangkan tanaman yang paling mahal yakni jenis aglonema morodoklok, harganya Rp375 ribu. "Tapi banyak juga aglonema lainnya dengan harga terjangkau," terangnya.
Terkait pembelinya, Ashari menyebut, berbagai kalangan singgah ke kiosnya. Mulai dari remaja hingga ibu-ibu.
Untuk kesuksesannya ini, Ashari menerapkan kata bijak dari kawan sekampungnya, yaitu passion, fokus dan konsisten.
"Apa yang dikerjakan harus kita sukai dan senangi dulu, lalu fokus pada usahanya dan di akhir harus selalu konsisten menjalaninya. Dengan menerapkan itu maka saya bisa seperti sekarang," jelasnya
Lebih lanjut, ia menerangkan juga bagi para pemula yang ingin merawat tanaman hias seperti anggrek misalnya, cara merawatnya, harus tahu jenis anggreknya terlebih dahulu.
Setelah itu, cari tahu habitat aslinya, misal anggrek dendrobium spectabile dari Papua dataran tinggi yang hidupnya di suhu dingin. Tidak bisa dirawat pada dataran rendah.
"Apabila tidak tepat habitatnya maka akan berakibat tidak berbunga atau butuh waktu lama untuk berbunga. Biasanya di situ sebagian kesalahan dari pemula yang ingin memiliki tanaman anggrek," pungkasnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief