Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kisah Penjual Tanaman Hias di Banjarbaru, Dulu Punya 500 Tanaman Sekarang Ribuan

Bayu Aditya Rahman • Rabu, 8 November 2023 | 07:43 WIB
KIOS: Ashari berfoto dengan berbagai jenis tanaman hias di kios bunga miliknya, Selasa (7/11).
KIOS: Ashari berfoto dengan berbagai jenis tanaman hias di kios bunga miliknya, Selasa (7/11).

Setelah tiga tahun bekerja mengurus tanaman hias milik sepupunya, pada 2009 Ashari memberanikan diri membuka kios bunga sendiri. Kini usahanya semakin maju.

     Oleh: BAYU ADITYA RAHMAN, Landasan Ulin

Radar Banjarmasin, mengunjungi salah seorang penjual tanaman hias di Banjarbaru bernama Ashari, Selasa (7/11).

Kios bunganya bernama Artha Barokah di Jalan A Yani Km 28, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, menyediakan berbagai jenis tanaman hias.

Saat ditemui, Ashari sedang sibuk dengan tanaman hiasnya. Seperti memberi pupuk, memeriksa tanah, membersihkan pot dan melakukan penyiraman. Ketika disapa, ia langsung merespons dengan ramah dan mempersilakan duduk untuk mengobrol.

Dalam percakapan, Ashari menceritakan perjalanan singkat usaha tanaman hiasnya. Usai lulus dari SMA di Malang, Jawa Timur pada 2006, ia memutuskan merantau ke Banjarbaru.

Di Banjarbaru, ia ikut bekerja di usaha budi daya dan penjualan tanaman milik sepupunya. "Sedangkan ayah sudah setahun lebih dulu datang ke sini (Banjarbaru) ikut kerja di tempat keluarga," terang pria berusia 35 tahun itu.

Tentunya, ia tak ingin berlama-lama ikut di tempat orang, sembari beraktivitas Ashari pun mempelajari cara kerja dalam usaha berjualan tanaman hias.

"Jadi saya secara otodidak belajar sambil bekerja. Ayah saya bilang ikut kerja pada orang itu harus sambil belajar, jangan cuma kerja. Jadi saya mempelajari seperti risiko usahanya, cara pembibitan, cara mencari mitra kerja dan banyak hal lainnya," cetusnya.

Pada 2009, Ashari memberanikan diri membuka sendiri usaha berjualan tanaman hias. "Awalnya tanaman taman dan bibit buah di Jalan A Yani Km 26. Saat itu tempatnya nyewa, ternyata ada sengketa lahan dengan bandara dan akhirnya area itu digusur pada 2011," bebernya.

Tak lama kemudian ada teman ayahnya yang menawarkan lahan yang sekarang ini ia tempati. "Alhamdulillah, di sini aman sampai sekarang," ucap Ashari.

Diakuinya, ia sempat pesimis dengan lokasi barunya itu, karena Jalan A Yani merupakan jalur cepat, apalagi u-turn atau tempat putar balik kendaraan di lokasi itu lumayan jauh. "Takutnya orang tak melihat kios bunga saya dan malas untuk putar balik karena kejauhan," ucapnya.

"Tapi saya yakini saja setelah orang kenal kios saya, maka tak akan jera untuk balik lagi," tambahnya.

Di tempat baru itu, pada 2012 Ashari menambah produk jualannya yang semula bibit buah, sekarang tersedia tanaman hias seperti kaktus mini, anggrek dan aglonema. "Saya juga menyediakan pupuk, media tanam dan pot bunga aneka ukuran," ungkap pria asal Malang ini.

Usahanya mulai meningkat pada 2015, ketika ia langsung memegang dan menjalankan usahanya. "Sebelumnya saya pekerjakan orang lain, yang namanya orang kan enggak bisa dipaksakan untuk kerja lebih keras," terang ayah satu anak ini.

Setelah usaha itu digeluti sendiri olehnya, ternyata memang terasa hasilnya. Pehobi tanaman hias pun makin tahun terus meningkat, sampai akhirnya sekarang Ashari punya sekitar 2.000 pot berbagai jenis tanaman hias. "Padahal dulu cuma sekitar 500 pot," paparnya.

Editor: Sutrisno

Editor : Arief
#kisah inspiratif #tanaman hias #banjarbaru #Kalsel