Oleh: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin
BANJARMASIN - Lelaki itu berdiri di bundaran Hotel A, Banjarmasin Tengah, ketika cuaca sedang terik-teriknya.
Aksi tunggal itu menyita perhatian pengendara yang berhenti di lampu merah. Banyak yang merekamnya lewat kamera gawai.
Ia menggelar aksi solidaritas untuk Gaza hanya ditemani beberapa boneka.
Wajah pria itu tidak terlihat jelas. Ditutupi helm biru dengan kaca depan gelap.
Sesekali ia menenggak air putih dari botol mineral yang dibawanya. Ketika disambangi Radar Banjarmasin, tanpa membuka kaca helmnya, ia bersedia untuk diwawancara.
Ia menolak menyebut namanya, hanya minta ditulis sebagai "hamba Allah" atau seorang warga Banjarmasin biasa.
Rupanya, aksi sendirian itu sudah dimulainya sejak Jumat (20/10). Juga di tempat yang sama.
"Hari Jumat mulai. Sabtu sempat libur. Lanjut lagi hari ini," ujarnya. "Sejak pagi, belum tahu sampai jam berapa, semampunya saja," sambungnya.
Menurutnya, aksi sendirian lebih aman karena tak bikin macet lalu lintas. Ia juga terkesan enggan menenteng megafon.
"Saya berunjuk rasa melalui hati, bukan dengan suara. Saya ingin mengetuk hati masyarakat," ungkapnya.
Lalu apa makna boneka-boneka itu? Menurutnya itu simbol perdamaian.
"Semoga masyarakat terketuk hatinya. Mau membantu saudara kita di Palestina, minimal mendoakan," harapnya.
Ditanya sampai kapan ia turun aksi, dijawabnya sampai Palestina menemukan kedamaiannya.
"Atau sampai Palestina merdeka. Insyaallah kalau masih ada umur," tutupnya.
Seorang ojol yang merekam aksi itu mengaku salut. "Kemarin juga ada beberapa orang turun aksi. Keren banget," pujinya.
Senada dengan Akhmad Suriannor, warga Teluk Tiram yang kebetulan melintas dan menyempatkan memotret aksi itu.
"Meskipun sendirian, tidak membuat dirinya berhenti untuk memperjuangkan Palestina," ujarnya.
"Mungkin di sini ia hanya mengibarkan bendera di tengah terik matahari. Tapi saudara muslim di Palestina sedang melawan keganasan Zionis yang membombardir kotanya," tambah Suriannor.
Ia berharap aksi kecil itu bisa menyentil empati umat Islam di Banjarmasin untuk turut menyatakan rasa solidaritas kepada Gaza.
Selama dua pekan Israel dan Hamas berperang, data otoritas Palestina mencatat 4.200 tewas di Gaza. Lebih dari 13 ribu korban luka. Yang menyakitkan, 70 persen korban tewas adalah perempuan dan anak kecil. (war/az/fud) Editor : Arief