Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Si Gabus Eksotis yang Kian Disukai

Arief • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 09:47 WIB
BERMAIN: Rezky Kurniawan menunjukkan keindahan dan mental dari ikan channa andrao miliknya, Jumat (20/10). | FOTO: BAYU ADITYA RAHMAN/RADAR BANJARMASIN 
BERMAIN: Rezky Kurniawan menunjukkan keindahan dan mental dari ikan channa andrao miliknya, Jumat (20/10). | FOTO: BAYU ADITYA RAHMAN/RADAR BANJARMASIN 
Dulu hanya untuk dikonsumsi, dalam beberapa tahun terakhir ikan channa atau ikan gabus hias mulai dikenal di kalangan pehobi ikan hias. Harganya pun cukup tinggi.

****
BANJARBARU - Radar Banjarmasin mengunjungi rumah Rezky Kurniawan, seorang pehobi memelihara ikan channa atau biasa disebut keepers di Kelurahan Loktabat Utara, Kecamatan Banjarbaru Utara, Jumat (20/10).

Saat memasuki teras rumahnya, wartawan sudah disambut beberapa jenis hewan peliharaan, seperti iguana dan kucing di dalam kandang.

"Memang dari dulu suka pelihara hewan. Kalau pelihara ikan channa sejak 2020 lalu," kata pria yang beberapa kali diundang jadi juri kontes Channa di Kalsel ini.

Rezky pun mengajak masuk ke ruang tamunya. Di sana ada 16 akuarium yang disusun di rak besi. Semua aquarium itu berisi ikan channa jenis andrao.

Channa andrao ini berasal dari India dan kategorinya dwarf small, ukuran maksimalnya hanya 15 sentimeter apabila dirawat di akuarium. "Tapi kalau di alam liar bisa sampai 18 sentimeter," ujar Rezky.

Selain andrao, ia menyebut, masih ada banyak jenis channa lain, seperti limbata, auranti, ghacua, asiatica, maru dan lain-lain. "Kategorinya terbagi tiga yakni jumbo, dwarf medium dan dwarf small," terang pria berusia 28 tersebut.

Photo
Photo
BERMAIN: Rezky Kurniawan menunjukkan keindahan dan mental dari ikan channa andrao miliknya, Jumat (20/10). | FOTO: BAYU ADITYA RAHMAN/RADAR BANJARMASIN

Ia mengaku pernah memelihara banyak jenis ikan channa, sampai-sampai punya 70 akuarium untuk koleksinya itu. "Menurut saya sebagai keepers, saat melihat perkembangan channa andrao yang sangat baik, maka feeling saya mengatakan cocok tangan ini memelihara andrao," cetusnya.

Lalu channa apa yang jadi favorit di Kalsel? Rezky menyampaikan, selain andrao, juga Marulioides red-yellow, Auranti, Blue Pulchra, Limbata, dan Stewarti.

Terkait harganya, ia menyebut bervariasi. Tergantung ukuran dan jenisnya. Mulai dari Rp50 ribu, sampai puluhan juta.  "Ada channa maru pernah terjual Rp20 juta di Kalsel," tuturnya.



Bagi Rezky, hobi ini untuk penghilang stres, kala malam tiba dan anak sudah tertidur. "Kita bisa sambil memandangi keindahan ikan channa sembari ngobrol bersama istri," katanya.

Namun untuk keepers pemula, menurutnya terkadang menggebu-gebu untuk mengoleksi dalam jumlah banyak. Ia menyarankan, sesuai kemampuan dan tujuannya saja.

"Saya pernah punya banyak, dan sakit pinggang karena harus sering nguras akuarium. Belum lagi kalau ada musibah ikannya mendadak banyak yang mati, bukannya hilang stres malah nambah stres," ceritanya.

Untuk biaya awal bagi yang ingin punya ikan channa, misal kategori dwarf medium dengan ukuran akuarium panjang 40 sentimeter, lebar 25 sentimeter dan tinggi 25 sentimeter bisa dimiliki dengan Rp200 ribu. "Akuariumnya harus ditutup dengan kaca, karena ikannya bisa loncat," kata Rezky.

Sedangkan pemeliharaannya sangat mudah dan murah. Karena tidak perlu diisi oksigen menggunakan aerator, hanya dikasih akar rasamala untuk memperindah tampilan akuarium.  "Juga diberi pasir untuk menyerap kotoran dalam akuarium," imbuhnya.

Dijelaskannya, untuk pakannya ada olahan dan hidup. Pakan olahan ialah pelet, biasanya keepers juga bisa meracik sendiri untuk membuat hasil channa yang diinginkan.

Channa juga harus tetap ada konsumsi pakan hidup, seperti, ulat hongkong, ulat jerman, kodok, cacing, kelabang, dan jangkrik. "Kalau kurang pakan hidup, badan channa akan bengkok dan siripnya anjlok (rusak)," terang Rezky.(mr-159/ij/ris) Editor : Arief
#Perikanan #Hewan Pelihraran #hewan peliharaan