Oleh: BAYU ADITYA RAHMAN, Banjarbaru Utara
Tangannya begitu piawai menuangkan air kelapa beserta dagingnya ke dalam gelas, lalu mencampurnya dengan beberapa jenis pilihan rasa. Sepeti gula putih, gula aren dan sirup merah.
Aktivitas itu dilakukan Lalu Windi Widi Warta, seorang pedagang es kelapa muda di Jalan Rahayu, Kelurahan Mentaos, Banjarbaru Utara, kemarin (9/10).
Antrean panjang membuat air kelapa di wadah habis dalam waktu singkat. Ia pun langsung mengupas kembali kelapanya untuk mengisi ulang wadahnya. "Biasanya duduk sebentar, langsung ada lagi pembeli yang datang," ucap Warta kepada Radar Banjarmasin.
Ia mengaku berjualan dari jam 09.00 Wita hingga 16.30 Wita. "Tergantung stok kelapanya, kalau habis sebelum jam setengah 6 sore maka langsung pulang," ujarnya.
Warta sangat bersyukur kala berjualan di cuaca panas, karena pembelinya semakin banyak. Dalam sehari ia bisa menghabiskan 100 kelapa. "Kalau musim hujan paling 50 kelapa," ungkapnya.
Ia menuturkan, cara penyajian es kelapanya ini asli dari kota asalnya Lombok, NTB. Yakni dengan campuran jeruk nipis. "Untuk harganya cuma Rp8 ribu segelas," tuturnya.
Selain itu, kelapa yang dipilihnya harus dari Desa Anjir dan Tamban, Kabupaten Barito Kuala. "Saya rasa perbedaannya itu dari air kelapanya lebih manis, makanya jadi banyak yang langganan," katanya.
Menurut Warta, peningkatan penjualan ini juga karena lokasi mangkalnya yang strategis di bawah naungan pohon di Jalan Rahayu, dekat persimpangan Yayasan Qardhan Hasanah Banjarbaru.
"Di sini ramai banget lalu lintasnya, jadi orang kantoran dan anak sekolah banyak yang singgah membeli," ucap Warta yang sudah berjualan selama lima tahun itu.
"Alhamdulilah, sangat bersyukur, waktu musim panas begini penjualan sangat menguntungkan," pungkasnya. (yn/ris) Editor : Arief