Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Patungan Bantu Warga, Tekad Kuat PSMTI Kalsel Berkontribusi Bagi Banua

Arief • Rabu, 23 Agustus 2023 | 14:03 WIB
Ketua PSMTI Kalsel, Arifin Suritiono.
Ketua PSMTI Kalsel, Arifin Suritiono.
Warga Tionghoa ternyata tidak hanya fokus pada usaha semata. Di Banua misalnya, selain berdagang atau bisnis, mereka juga ikut andil berkiprah di bidang sosial dan budaya.

oleh: ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin.


Arifin Suritiono adalah warga keturunan yang sudah puluhan tahun menjalani kehidupan di Banjarmasin. Ia merupakan Ketua Harian Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalsel.

Meski minoritas, Arifin yang sejak masih bayi diboyong ke Kalsel, merasa Banjarmasin sudah menjadi kampung halamannya. Tidak salah jika ia tak ingin ketinggalan berkontribusi bagi daerah.

“Kami adalah warga Kalsel. Walaupun kami hanya sebagian kecil, kami harus memberikan kontribusi maksimal,” tutur pria kelahiran 23 Oktober 1954 ini.

Lantas bagaimana kontribusi yang dilakukan PSMTI di Banua? Suami dari Lylia Goenadi ini bilang, kegiatan sosial dan budaya adalah tujuan utamanya. Contohnya, bakti sosial saat pandemi melanda Kalsel awal tahun 2020 silam.

Ia bersama dengan seluruh anggota paguyuban patungan untuk membeli alat pelindung diri (APD) seperti masker, baju pelindung diri alias hazmat, penutup muka, sarung tangan, dan sepatu.

APD tersebut kemudian diserahkan kepada petugas medis di Kalsel melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel, rumah sakit, dan sebagian lagi dibagikan untuk masyarakat.

Pandemi yang melanda Banua tidak hanya berdampak terhadap kesehatan saja, tapi juga sektor ekonomi. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah kala itu membuat masyarakat sulit beraktivitas.

Melihat hal ini, PSMTI tergerak terjun ke lapangan untuk membagikan ribuan paket sembako berupa beras, minyak goreng, mi instan, dan ikan kaleng kepada masyarakat kurang mampu. “Sembako yang kami bagikan ini sebagai bentuk kepedulian PSMTI untuk meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19,” kenangnya.

Kegiatan sosial lainnya yang dilakukan PSMTI dapat dilihat saat banjir melanda sebagian besar kabupaten/kota di Kalsel. Akibat bencana alam itu aktivitas masyarakat terganggu.

Pihaknya bekerja sama dengan seluruh PSMTI di enam kabupaten, yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah (HST), Tanah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tanbu), dan Kotabaru lantas membagikan bantuan kepada para korban banjir.

Penghobi olahraga lari ini bersyukur kekompakan yang terjadi di internal paguyuban terjalin dengan baik. Semua anggota bergotong royong memberikan bantuan baik berupa uang maupun bahan makanan.

Mereka bahkan turun langsung hingga ke pelosok membagikan sembako kepada para korban banjir.

“Dalam PSMTI memang ditanamkan rasa persatuan dan kesatuan sesuai dengan agama yang saya anut,” katanya.



Arifin melihat sambutan masyarakat Banua juga bagus terhadap warga Tionghoa. Mereka bisa hidup berdampingan dengan baik hingga sekarang. Meski tak menampik masih ada yang membeda-bedakan.

“Namun itu bisa kami terima dan maklumi. Terpenting tetap positive thinking. Makanya sampai sekarang tidak pernah terjadi gesekan,” ujarnya.

Apalagi sejak PSMTI bergabung dengan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kalsel, kedekatan berbagai etnis yang ada di Banua semakin baik. Saat ini Arifin menjabat sebagai Wakil Ketua I di forum tersebut.

Forum tersebut bisa menjadi wadah berbagi informasi, komunikasi, konsultasi, dan kerja sama antara warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara, dan mengembangkan pembauran kebangsaan.

“Di Kalsel sendiri terdapat 30 etnis suku. Semua etnis menyatu urun rembuk untuk mencari solusi apabila menemukan masalah maupun berbagai kesulitan,” cetus Arifin.(az/dye) Editor : Arief
#Komunitas #Feature Inspirasi #Feature Politik