Oleh: ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin.
Era serba digital sekarang ini, tidak hanya swasta yang menggunakan sistem digital. Pemerintahan pun tak mau ketinggalan.
Seperti dilakukan Disperdagin Kota Banjarmasin. Demi memudahkan pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat, dinas tersebut membuat sejumlah aplikasi. “Kepemimpinan era sekarang tidak bisa konvensional lagi. Sudah ke arah digital,” tutur pria kelahiran Banjarmasin, 31 Maret 1981 ini.
Kepala dinas muda yang biasa disapa Tezar ini menuturkan penggunaan aplikasi dalam setiap pekerjaan justru memberikan banyak kemudahan. Tidak hanya bagi jajaran Disperdaging saja, juga memberikan kemudahan pelayanan kepada warga.
“Rapat kita sekarang bisa lebih mudah dengan online. Kita bisa tahu perkembangan dalam setiap pekerjaan,” kata juara satu Nanang Galuh tahun 2003 ini.
Suami Farida Rachmawati tersebut menyebutkan beberapa aplikasi digital yang sudah dibuat. Pertama, aplikasi Sigar Baiman atau Sistem Informasi Gudang dan Retail Modern Banjarmasin Barasih wan Nyaman. Aplikasi tersebut memuat tampilan seluruh data toko retail dan pergudangan modern Banjarmasin.
Kedua, aplikasi Sidin Baiman atau Sistem Informasi Industri Banjarmasin Baiman. Aplikasi ini dapat memudahkan bagi masyarakat untuk melakukan pengisian data. Misalnya untuk industri besar, kecil dan menengah.
Ketiga, aplikasi Sitera atau Sistem Informasi Tera dan Tera Ulang. Aplikasi ini berisi data penggunaan timbangan, pangkalan gas, termasuk SPBU yang ada di Banjarmasin. Aplikasi tersebut tidak hanya mendata saja, juga memudahkan petugas melakukan tera ulang ulang.
Masih ada lagi inovasi lainnya sedang diproses. Rumah Kemasan. Aplikasi ini merupakan peningkatan pelayanan kebutuhan kemasan kepada UMKM dan IKM. Ide awalnya dari Wali Kota Ibnu Sina. Tujuannya untuk membantu dan mengembangkan Industri Kecil Menengah (IKM) di Banjarmasin. Mulai dari desain, sampai membantu menghasilkan kemasan untuk menonjolkan bahwa produk yang dihasilkan benar-benar berkualitas.
Bagi IKM yang ingin berkonsultasi atau belajar menggunakan alat kemasan dan sebagainya, bisa melalui aplikasi tersebut nantinya. Lalu kapan aplikasi Rumah Kemasan diluncurkan? “Akhir tahun, Rumah Kemasan akan diluncurkan,” ujar bapak empat anak ini.
Apakah masih ada inovasi lain yang ingin dibuat? Ketua BPKPRMI Banjarmasin ini menjawab ada. Aplikasi tersebut untuk memantau harga kebutuhan pokok di pasar Banjarmasin. Tidak hanya masyarakat yang nantinya dimudahkan memantau harga bapok.
Tapi, juga pemerintah daerah. Jika mengetahui ada lonjakan melebihi batas harga eceran tertinggi, dapat segera mengambil langkah antisipasi. “Kalau ada harga bapok yang naik, aplikasi tersebut akan mengirimkan notifikasi atau pemberitahuan. Pemko bisa segera mengambil langkah,” jelas mantan Kabid PSDP dan Pasar dari Disperdagin tersebut.
Menurutnya, niat membuat aplikasi itu terinspirasi ketika Banjarmasin mengalami inflasi beberapa waktu lalu. Jika bisa mengetahui sejak dini mulai terjadi lonjakan, sejatinya bisa diantisipasi. Lantas kapan akan diluncurkan? "Mungkin akan bareng dengan Hari Jadi Kota Banjarmasin tahun depan," tekadnya.(az/dye) Editor : Arief