Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kisah Anak Pedagang Kayu Menembus Seleksi Akpol: Tiga Kali Gagal, yang Keempat Lolos

Arief • Selasa, 1 Agustus 2023 | 11:29 WIB
PANTANG MENYERAH: Faizal Achmad Nur Shaufi lolos seleksi Taruna Akpol setelah empat kali mencoba.
PANTANG MENYERAH: Faizal Achmad Nur Shaufi lolos seleksi Taruna Akpol setelah empat kali mencoba.
Pesan Pangeran Antasari, "Haram manyarah waja sampai kaputing" tepat untuk menggambarkan kisah perjuangan Faizal Achmad Nur Shaufi.

Oleh: NOR SALIM YAHYA, Pelaihari


FAIZAL tinggal di Kelurahan Karang Taruna Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut.
Sebelum dinyatakan lolos seleksi Taruna Akpol (Akademi Polisi), Faizal harus menelan pahitnya kegagalan.

Tak cukup sekali, tapi sampai tiga kali berturut-turut. Hingga akhirnya pada percobaan keempat ia berhasil.

Faizal lulus seleksi 2023, dan akan mengikuti pendidikan di Semarang.

"Anak Ulun (saya) ini memang jiwanya keras. Tak mengenal istilah putus asa," kata Hasan, ayah Faizal, kemarin (31/7).

Ketika gagal, Hasan sempat membujuk putranya untuk mencoba mendaftar yang lain. Tapi ia keukeuh.

"Kemarin disarankan ke Bintara saja, tapi ia menolak. Tetap pada pendiriannya ke Akpol. Padahal persaingan di sini sangat berat," ujar Hasan.

Di Pelaihari, Hasan berdagang kayu. Secara ekonomi berada di kelas menengah.
Faizal adalah anak pertama dari dua bersaudara. Lahir Januari 2003. Kuliah di jurusan statistik Universitas Lambung Mangkurat.

Selama menunggu seleksi dibuka, Faizal lebih banyak di rumah untuk belajar dan membantu orang tuanya.

Untuk menyiapkan fisiknya, Faizal rutin berolahraga. Dua kali sehari, pagi dan sore.

"Kalau pagi, dari jam 7 sampai jam 8. Sedangkan sore sehabis asar sampai mendekati magrib. Kalau malam terkadang main futsal atau basket," tuturnya.



Mendaftar pertama kali pada 2020, kala itu Faizal gagal karena berada di posisi enam.

Faizal lalu mengambil kursus bahasa Inggris selama setahun. Pulang kursus, ia balik lagi ke Pelaihari. "Ketika mendaftar yang kedua kali (2021), gagal pada tes kesehatan," kisahnya.
Kembali mendaftar pada 2022, ia gugur lagi pada tahapan pantukhir.

"Tahun ini anak kami mendaftar lagi... akhirnya lolos. Kali ini Faizal berada di posisi lima besar," ujarnya girang.

Hasan mengaku tak pernah terbayang anaknya bakal lolos seleksi Akpol. Selama ini, orang tua juga tak pernah ikut campur. "Segala sesuatu diurus anak," ujarnya.

Hasan bangga karena anaknya lolos murni berkat perjuangan dan doa. "Kami tak mendapat bantuan dari siapa-siapa," ucapnya.

Faizal lulus di jalur reguler bersama lima orang lainnya. Seorang lagi lulus di jalur Polwan dan tiga orang lulus di jalur khusus. (gr/fud) Editor : Arief
#inspiratif #Sisi Lain Polisi