Oleh: ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin
Kelurahan Teluk Dalam memang dikenal padat penduduk. Jumlahnya saat ini tercatat 23.000 jiwa lebih. Terbagi menjadi 68 RT, dan 5 RW. Penduduknya banyak masuk kategori menengah ke atas. Namun, tidak selalu usaha penduduknya berjalan lancar.
Mukhlis Adha Rahmatillah yang dilantik November 2022, terus berupaya mendorong mengembangkan WUB di Kelurahan Teluk Dalam yang dipimpinnya. Apalagi pengembangan usaha baru ini sesuai visi misi Wali Kota Ibnu Sina.
“Tempat kami ini warganya heterogen. Jadi, perlu kita dorong dalam pengembangannya,” tutur UIis, sapannya.
Pejabat kelahiran Banjarmasin 13 Maret 1969 ini menyebutkan jumlah WUB di wilayahnya lebih dari 500. Hasil pendataan yang dilakukan baru-baru tadi, WUB yang masih aktif beroperasi hanya 142.
“Sedangkan WUB yang baru terbentuk ada 21. Survei kami ini terbaru. Mungkin saja bertambah, karena setiap hari petugas terus melakukan pendataan,” jelas suami Masdiana Aprilita ini.
Apa saja bentuk usahanya? Ulis mengatakan beragam. Mulai bengkel, salon dan rias pengantin, warung makan, pedagang kue kering, pedagang toko kelontong, dan sebagainya. Tidak semuanya lancar beroperasi.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Banjarmasin Tengah pada Februari 2014 sampai Oktober 2022 ini mengungkapnya berbagai faktor. Mulai pandemi Covid-19 yang terjadi awal 2020 lalu, minimnya modal, dan faktor lainnya.
Menurutnya, dalam menjalankan sebuah usaha berbagai risiko harus dihadapi. Kegagalan dan kebangkrutan menjadi bayang-bayang yang menakutkan, mengingat tidak sedikit modal yang sudah dikeluarkan. Tidak hanya rugi secara finansial, juga waktu dan tenaga.
Ulis menginginkan setiap WUB harus memiliki strategi mencegah terjadinya kerugian. Di sinilah peran kelurahan. Harus ikut mengembangkan usaha mereka. Caranya dengan menggandeng berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun swasta untuk memberikan pelatihan terkait trik agar usaha masyarakat dapat terus berjalan dengan lancar.
Pada tahun ini, Ulis mengungkapkan pihaknya akan menggelar pelatihan terhadap puluhan warga dalam pembuatan kue tradisional, kue kering, dan jenis kue lainnya. Pelatih yang didatangkan adalah tenaga profesional ahli di bidangnya.
Pihaknya sengaja mengalokasikan sebagian anggaran kelurahan untuk menggelar pelatihan tersebut. Meski tidak terlalu besar, karena harus berbagi untuk kegiatan lainnya, paling tidak dapat bermanfaat bagi masyarakat.
“Khusus pelatihan ini kami siapkan anggaran dari kelurahan sendiri senilai Rp7,7 juta,” ujarnya.
Ulis juga mau mencoba menggandeng perusahaan daerah maupun swasta untuk menggelar pelatihan wira usaha. Selain dilatih, mereka juga bisa dibantu peralatan sebagai modal usaha. “Ini sebagai pancingan dulu, karena biasanya perusahaan ingin melihat bukti kegiatan. Semoga ke depan ada perusahaan yang mau membantu,” cetusnya.
Ia juga ingin menggandeng wira usaha lainnya yang sudah sukses. Mereka bisa memberikan motivasi bagi WUB yang baru mulai berjalan, atau sudah berjalan tapi stagnan.
Ulis yakin akan banyak efek positif bila WUB kian menjamur. Selain dapat meningkatkan perekonomian warga khususnya di Teluk Dalam, serta dapat mengurangi angka pengangguran. “Setidaknya para pengangguran terselubung bisa punya usaha,” cetus Ulis.(az/dye) Editor : Arief