Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Bikin Kafe Terapung di Kampung Hijau

Arief • Sabtu, 8 Juli 2023 | 06:57 WIB
Lurah Sungai Bilu, Aswin Hermawan.
Lurah Sungai Bilu, Aswin Hermawan.
Pandemi Covid-19 berdampak terhadap seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata. Termasuk destinasi wisata Kampung Hijau di Kelurahan Sungai Bilu. Pengunjung berkurang drastis. Lurah Aswin Hermawan sudah punya rencana untuk membangkitkannya kembali.

Oleh: ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin.


Lurah kelahiran Surabaya 9 April 1979 ini ditemui Jumat (7/7) sore. Tadinya mau siang hari. Namun, Lurah Aswin sedang ada pekerjaan. Suami dari Ratna Widyaningsih ini minta janji ketemu dilakukan selepas Salat Asar.

“Saya tadi mendampingi Dinas Perkim untuk melihat lokasi jalan di Sungai Bilu yang akan diperbaiki. Ada empat RT yang dicek. Baru bisa sore ketemuan,” tutur ayah empat anak ini.

Meski baru pertama kali bertemu, lurah yang satu ini sangat supel dan ramah. Ia panjang lebar bercerita sejak dilantik 3 Januari 2023 lalu, ASN yang awalnya Kasubbag Perencanaan dan Keuangan Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut itu ingin meningkatkan perekonomian masyarakat.

Bukan tanpa sebab, Aswin melihat angka kemiskinan ekstrem di Sungai Bilu tergolong tinggi. Dari 8.400 penduduk, jumlahnya 138 orang.

Bagaimana caranya? Aswin bilang Sungai Bilu memiliki potensi wisata Kampung Hijau. Destinasi wisata yang satu ini menjadi juara ketiga dari 22 Objek Daya Tarik Wisata (ODWT) se-Kota Banjarmasin tahun 2023.

Sekarang kurang terdengar gaungnya. Padahal dulu, kawasan tersebut menjadi salah satu pilihan destinasi wisata di Banjarmasin. “Sejak pandemi, jumlah pengunjungnya berkurang,” ujarnya.

Mengingatkan saja, kawasan ini terkesan kumuh dulunya. Seperti kawasan permukiman pinggiran sungai lainnya, belakang rumah menghadap ke sungai. Setelah dibenahi, kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh untuk merawat sungai.

Sekarang kawasan tersebut sudah bagus. Rumah-rumah sudah ditata. Pemko juga memperbaiki WC warga. Jadi mengurangi kecenderungan untuk buang air di sungai.

Kampung Hijau Sungai Bilu bisa menjadi contoh pengelolaan permukiman pinggiran sungai. Tidak lagi kumuh, mengembalikan roh kehidupan sungai masyarakat Banjar yang semakin digilas pembangunan darat.

Nah, untuk membangkitkan geliat wisata Kampung Hijau, ia sudah menyiapkan strategi baru. Apa itu? Aswin mengungkapkan akan membangun kafe terapung.

Mendengar kata kafe, di pikiran orang tentu yang dijual pasti kopi racikan barista. Namun beda konsep dengan yang direncanakan Aswin. Meski tetap menjual kopi racikan, bukan dilakukan oleh barista. Tapi, kopi ala timur tengah. “Pasti penasaran, nanti lihat saja. Belum bisa saya ceritakan sekarang,” tuturnya, lantas tersenyum.

Ia optimis jika itu bisa terwujud, kafe terapung tersebut akan menjadi salah satu tempat anak muda Banjarmasin maupun pendatang dari luar yang ingin menikmati suasana santai di tepian sungai. “Pengunjung bisa santai di tepi sungai seraya menyeruput kopi ala timur tengah,” promosinya.



Aswin juga ingin menghadirkan pasar terapung setiap akhir pekan. Pasar terapung tradisional adalah salah satu area wisata yang memang cukup populer dan terkenal di Banjarmasin. Tempat wisata tersebut memang sudah ada sejak zaman dahulu. Pasar terapung di Banjarmasin sekarang bernama Pasar Terapung Siring Tendean.

Ada banyak sekali pemandangan unik yang bisa disaksikan selama berada di pasar terapung tersebut. Seperti sekumpulan pedagang yang menjual berbagai macam barang di atas perahu klotok. Barang-barang yang dijual seperti hasil bumi sayur-mayur, buah-buahan, hingga suvenir, pakaian, dan lain-lain.

Lalu apa hubungannya dengan perekonomian warga Sungai Bilu? Aswin menjelaskan akan memberdayakan warga sekitar bekerja di kafe atau menghidupkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) warga yang sempat meredup lantaran pandemi.

“UMKM warga bisa jalan lagi. Usaha kuliner bisa kembali ramai, seiring dengan ramainya pengunjung yang datang ke Kampung Hijau. Doakan ya,” ucapnya.

Rencana besarnya ini sudah pernah dibicarakan dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis), dan mendapat respons positif. “Mereka mendukung sekali dengan rencana ini. Semoga secepatnya bisa terealisasi,” tuntasnya.(az/dye) Editor : Arief
#Feature Politik