Oleh: Endang Syarifuddin, Banjarmasin.
Dedi bertekad hendak memajukan tiga hal. Peningkatan pembangunan infrastruktur. Pemberdayaan masyarakat hingga pendidikan.
Kini, sudah 1,6 tahun ia menjabat sebagai lurah, di kawasan berpenduduk sebanyak 31.621 jiwa itu.
Sebagai wilayah yang paling 'muda' di antara 52 kelurahan lainnya di Banjarmasin, Dedi menyadari bahwa pembangunan infrastruktur masih belum optimal.
Maka tak salah, bila ia bertekad untuk memperjuangkan peningkatan pembangunan infrastruktur di wilayah yang dipimpinnya.
"Dahulu, bantuan pembangunan hanya sedikit. Sekarang, alhamdulillah banyak," ucapnya.
Bagaimana caranya? Lelaki kelahiran Banjarmasin 3 Februari 1988 itu mengaku punya strategi alias jurus jitu.
Dia menggandeng banyak pihak agar usulan yang disampaikan warganya di kelurahan bisa masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Selain menggandeng tokoh masyarakat, saya juga menggandeng anggota DPRD untuk memperjuangkan usulan itu," bebernya.
Hasilnya, Kelurahan Sungai Andai mendapatkan puluhan proyek pembangunan infrastruktur di tahun 2023.
"Tahun ini, ada 25 pembangunan infarstruktur," ungkapnya.
Pembangunan apa saja yang didapat? Dedi menyebutkan beberapa di antaranya. Misalnya, mulai dari proyek peningkatan jalan, pembangunan jembatan, dan pembuatan taman.
"Kalau dirincikan, ada 23 peningkatan pengaspalan jalan. Pembuatan dua taman di Jalan Kemiri dan Jalan Purnama. Semoga lekas terealisasi," jelasnya.
Kepiawaian Dedi dalam hal penyampaian usulan itu tidak didapatnya secara instan. Ia rupanya cukup berpengalaman sebagai lurah.
Sebelum menjabat sebagai Lurah Sungai Andai, ia pernah menjabat Lurah Alalak Selatan. Sedari tahun 2018 sampai 2021. Selanjutnya menjadi Plt Lurah Alalak Tengah.
Lalu, bagaimana dengan hasil dari dua tekad perjuangan yang diutarakan Dedi?
Di bidang pemberdayaan masyarakat serta pendidikan, Dedi membentuk kampung pariwisata dengan menggandeng masyarakat setempat, juga para pemuda karang taruna.
Objek wisata yang sudah dibangun, adalah Wisata Selanjung Kampung Sungai Biuku. Yang letaknya, ada di salah satu sudut Kelurahan Sungai Andai.
Kawasan ini, kini menjadi alternatif destinasi wisata keluarga yang mengasyikan.
Dedi mengatakan, pihaknya sengaja membangun kampung wisata. Tujuannya, selain untuk memberdayakan masyarakat terutama para pemuda, ia juga ingin mengajak mereka melakukan berbagai hal positif.
"Dengan demikian, secara tidak langsung memberikan pendidikan yang positif pula," ujarnya.
"Bila lingkungannya bagus, otomatis berdampak positif pula terhadap anak-anak," tambahnya.
Sejak awal menjabat hingga kini, setidaknya sudah ada empat Karang Taruna di Kelurahan Sungai Aandai.
Melalui organisasi kepemudaan itu, ia berharap bisa menjadi wadah generasi muda untuk mengembangkan diri, tumbuh, dan berkembang.
"Yang orientasi akhirnya, tercapainya kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat," tandasnya. (az/war) Editor : Arief