Oleh: ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin.
Muhammad Yamin ditemui Rabu (3/5). Janji bertemu dengan suami dari Hj Neli Listriani sebenarnya sudah beberapa pekan lalu. Namun, agenda kedewanan sedang padat.
Pria kelahiran Kapuas, 19 Mei 1981 ini mau panjang lebar bercerita kenapa sampai berpindah profesi menjadi politisi. “Dulu saya bisnis batu bara,” ujarnya lantas tersenyum.
Yamin terjun ke politik dimulai tahun 2008. Kala itu, Partai Gerindra baru saja dibentuk di Kalsel. Ketuanya masa itu adalah Hadi, dan dewan pembina adalah (alm) Haji Abidin.
“Saya bersama Haji Rusliansyah (ayah Yamin, red) ditunjuk menjadi anggota penasihat di Gerindra Kalsel. Kebetulan bapak dengan (alm) Haji Abidin berteman dekat. Sudah seperti saudara,” kenangnya.
Aktif di Gerindra hingga tahun 2012, Yamin kemudian diminta untuk menahkodai Gerindra Banjarmasin. Pimpinan sebelumnya, Hj Mariana yang tak lain adalah putri dari (alm) Haji Abidin ingin fokus mengurus keluarga dan usaha. “Mengisi kekosongan itu, saya ditunjuk untuk menjadi Ketua DPC Gerindra Banjarmasin,” ujarnya.
Latar belakang pendidikan apoteker tak menghambatnya untuk terjun ke politik. Yamin yakin siapa saja dan apapun latar belakangnya, asalkan mau belajar, pasti bisa.
Apalagi pada masa itu, bisnis batu bara tengah lesu. Harga batu bara anjlok. Yamin memilih banyak menghabiskan hari-harinya di partai. Jam terbangnya di partai kian tinggi.
Dua tahun berjalan memimpin, diminta (alm) Haji Abidin untuk nyalon. Menurut Abidin, kalau sudah terjun ke politik, harus duduk sebagai legislatif. Semua itu harus dilakukan untuk perjuangan.
Tapi, Yamin belum merespons, mengingat belum ada restu dari sang ayah. “Alm Haji Abidin yang meminta izin ke abah. Akhirnya abah mengizinkan,” kenangnya.
Meski diizinkan, ada syarat orang tua yang harus dipatuhinya. Apa saja? Jadilah pemimpin untuk masyarakat. Jadilah pemimpin yang amanah. Jangan money politic, dan jangan korupsi. “Seandainya abah tak mengizinkan, saya tidak akan ikut mencalon pada saat itu,” kenang ayah dua anak ini.
Menurutnya, selama memimpin Gerindra Banjarmasin, tak ada niat sedikitpun untuk nyalon. Ia justru malah mendorong kader untuk nyaleg.
Ketaatannya dengan orang tua berbuah manis. Upaya kerasnya kampanye pada pileg 2014-2019 berhasil mengantarkannya melenggang ke parlemen bersama dua rekannya, Muhammad Isnaini dan Hj Siti Rahimah.
“Sebelumnya, Gerindra hanya dapat satu kursi. Kami akhirnya bisa raih tiga kursi,” ucapnya.
Semakin dekat dengan sistem di pemerintahan, membuat Yamin semakin leluasa berjuang untuk masyarakat, baik di bidang pembangunan, infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan masyarakat.
Karir politiknya kian moncer. Tidak salah jika periode berikutnya, 2019-2024, Yamin kembali terpilih. Bahkan karena Gerindra mendapatkan enam kursi, berhak menempati unsur pimpinan. Yamin pun ditunjuk sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin. “Alhamdulillah terpilih lagi,” ucapnya.
Tingginya jam terbang kedewanan, diakui Yamin cukup menyita waktunya. Yamin sering bepergian ke luar daerah. Walaupun istri dan anak-anaknya tidak pernah protes, ia tetap mengutamakan keluarga.
“Setiap tidak ada agenda dewan, saya selalu menghabiskan waktu bersama keluarga,” tutup Yamin.(az/dye) Editor : Arief