Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Lika-Liku Perjalanan Hidup Bambang Yanto Permono: Bisnis Tumpuan Hidupku, Politik Perjuanganku

Arief • Rabu, 22 Maret 2023 | 06:39 WIB
Ketua Fraksi Demokrat Banjarmasin, Bambang Yanto Permono
Ketua Fraksi Demokrat Banjarmasin, Bambang Yanto Permono
Kebanyakan seseorang berkarir sebagai politisi untuk mengadu nasib. Berbeda dengan Bambang Yanto Permono. Politisi Fraksi Demokrat Banjarmasin ini terjun ke politik khusus untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sedangkan urusan rezeki, dia lebih memilih berbisnis.

Oleh: ENDANG SYARIFUDDIN, Banjarmasin.


Selasa (21/3) pagi, gedung wakil rakyat yang berada di Jalan Lambung Mangkurat, Kertak Baru Ilir, Kecamatan Banjarmasin Tengah ini terlihat lengang dari para anggota dewan.

Mayoritas hanya ASN dan honorer saja yang ada di kantor. Kebetulan, memang tengah ada agenda ke luar daerah.

Aktivitas kedewanan memang sedang tinggi. Tak terkecuali di DPRD Banjarmasin.

Namun, sudah ada janji bertemu Bambang Yanto Permono di ruang Fraksi Demokrat. Persis jam sepuluh pagi handphone berbunyi. Ketika diangkat, Bambang bilang sudah ada di ruang fraksi.

Di ruangan itu, hanya ada satu staf bernama Fitriadi. Bambang mempersilakan masuk dan duduk. Ruangan itu memang kecil, hanya sekitar 4x4 meter. Tapi bakal lebih luas nanti, kalau bangunan baru yang sedang dibangun sudah jadi. “Duduk dulu, santai ya,” tuturnya.

Pria kelahiran Banjarmasin 18 Juni 1968 itu terlihat sedang berbincang dengan seseorang. Setelah menutup telepon, dia bilang masih ada janji lagi ketemu kolega bisnisnya. “Maaf ya sudah menunggu. Hari ini ada janji dengan rekan bisnis. Tapi, kita masih bisa ngobrol kok,” ucapnya seraya tersenyum.

Sekilas penampilannya memang terlihat santai. Mengenakan baju hem dan celana jeans. Mungkin kalau orang melihat sekilas seperti pengusaha kebanyakan. “Sebelum jadi politisi, saya bisnis. Sampai sekarang,” katanya.

Jauh sebelum terjun ke politik, Bambang bercerita sudah menggeluti bisnis apapun jenisnya. Tidak pernah pilih-pilih. Terpenting usahanya bisa menghasilkan uang. Tentunya halal.

Dia pernah menjadi pemasok pengadaan bahan makanan di camp sebuah perusahaan. Kemudian membuka showroom mobil bekas. Tapi, dua jenis usaha itu sudah ditinggalkannya. “Sekarang cuma kontraktor saja,” katanya.

Bambang muda ternyata seorang akuntan. Maklum, dia merupakan jebolan perguruan tinggi di Jawa tahun 1991 silam. Menurutnya, bisnis cukup menjanjikan. Padahal tidak ada basic berbisnis sama sekali.

Namun, ia selalu ingat petuah orang tua. Apapun itu kalau dikerjakan dengan tekun bakal membuahkan hasil. “Kerja keras tidak akan mendustai hasil. Seperti yang saya jalani ini,” ucapnya lantas tertawa terkekeh.

Kenapa malah beralih haluan ke politik? Ayah tiga anak ini awalnya juga tidak sengaja. Kala itu sekitar tahun 2006, diajak teman untuk masuk parpol. Karena rasa penasaran, dia pun mau.

Itupun tidak langsung di DPC atau di DPD, melainkan dari tingkat bawah. Tidak seperti kebanyakan orang yang langsung ke DPC maupun DPD. Prosesnya lama, sekitar tiga tahun.

Seorang kader menyarankannya untuk mencalonkan diri pada Pileg 2009. Semula tidak ditanggapi. Tapi, lantaran desakan itu datang dari bawah, dan mendapat restu dari istri tercintanya, akhirnya Bambang setuju.

“Kader sendiri yang datang ke rumah, dan meminta untuk saya mencalonkan diri. Setelah minta izin istri, saya baru turun sosialisasi ke lapangan,” kenang pria yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris DPD Demokrat Kalsel ini.

Salah satu penyebab dirinya terpanggil menjadi politisi lantaran ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia bisa menggunakan kekuatan politiknya untuk mewujudkan keinginan masyarakat itu. Bambang terpilih sebagai anggota dewan hingga tiga periode. 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024. “Hidup itu hanya sementara. Biar banyak uang, ketika sudah mati, semua itu tidak kita bawa,” tegasnya.

Bambang punya niat yang masih diperjuangkan. Apa itu? Ia ingin mengembalikan kejayaan Demokrat di Kalsel pada saat dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ambisinya itu cukup beralasan. Untuk membesarkan partai tidak bisa dilakukan sendirian, perlu kekompakan seluruh kader.

Ia tidak membeberkan, bagaimana caranya. Ia optimis dapat mewujudkan kejayaan Demokrat Kalsel. “Tunggu saja Demokrat Reborn,” cetus Bambang.(az/dye) Editor : Arief
#Tokoh