Oleh: MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru
Sebelum hari H, kabar digelarnya haul Abah Guru Sekumpul di Martapura telah masuk ke gawai Agus Salam. Pria berusia 32 tahun ini merasa bahagia mendapat informasi itu. Hati dan raganya tak sabar untuk bisa berpartisipasi sesuai profesinya.
Agus adalah petugas kebersihan di Banjarbaru. Ayah dua anak ini sudah dua tahun bekerja di Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru dan juga aktif di organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Banjarbaru.
Karena itu, pada hari pelaksanaan haul, Ahad (29/1) malam, berada di posko komunikasi, membantu dari sisi kelancaran komunikasi. Meski demikian, pikirannya tetap terjaga untuk memantau situasi sampah di lapangan.
"Saya lupa pastinya sudah berapa kali, tapi dari 2013 jadi petugas (persampahan) lapangan, saya terlibat terus ketika momen haul," kata warga Guntung Manggis Banjarbaru ini.
Karena sudah biasa, tahun ini Agus kembali berinisiatif menyisir beberapa posko dan titik keramaian.
"Biasanya minta izin dulu dengan atasan, kalau boleh membawa armada pengangkut sampah milik kantor untuk menyisir sampah. Nah momennya biasanya setelah arus balik," katanya.
Pengalaman Agus, di sekitar posko-posko singgah, biasanya ada sampah berserakan. Meskipun diakuinya, ada juga posko yang sudah bersih dan rapi setelah acara.
"Malam itu semampunya saja menyisirnya. Biar pagi tidak terlalu menumpuk. Karena sebenarnya jam kerja itu dari pagi, kalau malam ini di luar jam kerja," ujarnya.
Sebagai informasi, Agus dan rekannya sesama petugas kebersihan lapangan, biasanya membersihkan sampah sejak pagi hari. Agus sendiri bertugas di ruas Jalan A Yani dari Batas Kota sampai Liang Anggang.
Pasca momen haul 18 tadi, menurut Agus memang ada lonjakan sampah, seperti di sekitar di Bundaran Simpang Empat dan ruas jalan yang dilalui jemaah.
“Tetapi namanya panggilan hati, rasanya kami senang saja, semoga dapat berkahnya saja lah," ungkapnya.
Meski demikian, Agus tetap berharap ada kesadaran lebih dari jemaah untuk tidak membuang sampah sembarangan, lebih peduli dengan kebersihan.
"Kalau mau jujur, memang masih ada warga atau jemaah yang belum begitu peduli dengan sampah ini. Di jalan itu kita banyak menemukan kantong plastik, botol kemasan, tisu dan bungkus-bungkus makanan," katanya.
Padahal kata Agus, di beberapa titik itu sudah tersedia tempat sampah. Atau kalaupun sedang di perjalanan, pengendara katanya seharusnya bisa saja untuk tak asal melempar sampah ke jalan.
"Kan dari sekolah kita sudah diajari, kalau kebersihan itu sebagian dari iman," pesannya.
Bertambah 20 Ton Sehari
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, Pretty Wulan Sari menjelaskan, usai pelaksanaan haul, pihaknya juga ada menambah jam kerja untuk para petugas kebersihan.
"Kami tambah waktu kegiatan, jadi petugas dilemburkan, upah lembur juga ada dianggarkan," kata Pretty kepada Radar Banjarmasin.
Hal ini ujarnya, sesuai komitmen Pemko Banjarbaru untuk membantu kelancaran acara haul dari berbagai sektor. Termasuk dari sektor kebersihan lingkungannya.
Lebih lanjut Pretty mengungkap, dari data petugas lapangan, selama beberapa hari terakhir memang terjadi lonjakan sampah yang harus diangkut. Tersebar di beberapa lokasi.
"Titik paling banyak terpantau di Bundaran simpang 4. Tapi petugas kita juga keliling untuk menyisir di titik lain, semua petugas dikonsentrasikan membersihkan sampah di wilayah Kota Banjarbaru," bebernya.
Konsentrasi pengangkutan sampah ini dilaksanakan sejak Kamis (26/1). "Kalau dihitung rata-rata ada peningkatan sekitar 20 ton. Kalau pada Sabtu dan Minggu ada peningkatan sekitar 26 ton," tuntasnya.
Sekadar diketahui, selama ini DLH mencatat volume rata-rata sampah di Kota Banjarbaru yang diangkut mencapai 135-140 ton tiap harinya. (rvn/yn/bin) Editor : Arief