Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hati Senang Meski Kerjaan jadi Bertambah

Arief • Kamis, 2 Februari 2023 | 06:53 WIB
DESAIN AWAL: Beginilah gambar rancangan atau desain stadion Banjarbaru yang rencananya berlokasi di Cempaka Banjarbaru.
DESAIN AWAL: Beginilah gambar rancangan atau desain stadion Banjarbaru yang rencananya berlokasi di Cempaka Banjarbaru.
Momen haul Abah Guru Sekumpul ke-18 sudah berakhir. Tapi bagi Agus, setiap pelaksanaan haul selalu punya kisah dan memuat pengalaman spiritualnya tersendiri.

Oleh: MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru


Sebelum hari H, kabar digelarnya haul Abah Guru Sekumpul di Martapura telah masuk ke gawai Agus Salam. Pria berusia 32 tahun ini merasa bahagia mendapat informasi itu. Hati dan raganya tak sabar untuk bisa berpartisipasi sesuai profesinya.

Agus adalah petugas kebersihan di Banjarbaru. Ayah dua anak ini sudah dua tahun bekerja di Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru dan juga aktif di organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Banjarbaru.

Karena itu, pada hari pelaksanaan haul, Ahad (29/1) malam, berada di posko komunikasi, membantu dari sisi kelancaran komunikasi. Meski demikian, pikirannya tetap terjaga untuk memantau situasi sampah di lapangan.

"Saya lupa pastinya sudah berapa kali, tapi dari 2013 jadi petugas (persampahan) lapangan, saya terlibat terus ketika momen haul," kata warga Guntung Manggis Banjarbaru ini.

Karena sudah biasa, tahun ini Agus kembali berinisiatif menyisir beberapa posko dan titik keramaian.

"Biasanya minta izin dulu dengan atasan, kalau boleh membawa armada pengangkut sampah milik kantor untuk menyisir sampah. Nah momennya biasanya setelah arus balik," katanya.

Pengalaman Agus, di sekitar posko-posko singgah, biasanya ada sampah berserakan. Meskipun diakuinya, ada juga posko yang sudah bersih dan rapi setelah acara.

"Malam itu semampunya saja menyisirnya. Biar pagi tidak terlalu menumpuk. Karena sebenarnya jam kerja itu dari pagi, kalau malam ini di luar jam kerja," ujarnya.

Sebagai informasi, Agus dan rekannya sesama petugas kebersihan lapangan, biasanya membersihkan sampah sejak pagi hari. Agus sendiri bertugas di ruas Jalan A Yani dari Batas Kota sampai Liang Anggang.

Pasca momen haul 18 tadi, menurut Agus memang ada lonjakan sampah, seperti di sekitar di Bundaran Simpang Empat dan ruas jalan yang dilalui jemaah.

“Tetapi namanya panggilan hati, rasanya kami senang saja, semoga dapat berkahnya saja lah," ungkapnya.

Meski demikian, Agus tetap berharap ada kesadaran lebih dari jemaah untuk tidak membuang sampah sembarangan, lebih peduli dengan kebersihan.

"Kalau mau jujur, memang masih ada warga atau jemaah yang belum begitu peduli dengan sampah ini. Di jalan itu kita banyak menemukan kantong plastik, botol kemasan, tisu dan bungkus-bungkus makanan," katanya.

Photo
Photo
LEMBUR: Petugas kebersihan bidang persampahan DLH Kota Banjarbaru memungut sampah liar yang berserakan di beberapa titik wilayah Banjarbaru pasca ditinggalkan begitu saja oleh jemaah haul. | FOTO: DLH BANJARBARU FOR RADAR

Padahal kata Agus, di beberapa titik itu sudah tersedia tempat sampah. Atau kalaupun sedang di perjalanan, pengendara katanya seharusnya bisa saja untuk tak asal melempar sampah ke jalan.

"Kan dari sekolah kita sudah diajari, kalau kebersihan itu sebagian dari iman," pesannya.

Bertambah 20 Ton Sehari


Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, Pretty Wulan Sari menjelaskan, usai pelaksanaan haul, pihaknya juga ada menambah jam kerja untuk para petugas kebersihan.

"Kami tambah waktu kegiatan, jadi petugas dilemburkan, upah lembur juga ada dianggarkan," kata Pretty kepada Radar Banjarmasin.

Hal ini ujarnya, sesuai komitmen Pemko Banjarbaru untuk membantu kelancaran acara haul dari berbagai sektor. Termasuk dari sektor kebersihan lingkungannya.

Lebih lanjut Pretty mengungkap, dari data petugas lapangan, selama beberapa hari terakhir memang terjadi lonjakan sampah yang harus diangkut. Tersebar di beberapa lokasi.

"Titik paling banyak terpantau di Bundaran simpang 4. Tapi petugas kita juga keliling untuk menyisir di titik lain, semua petugas dikonsentrasikan membersihkan sampah di wilayah Kota Banjarbaru," bebernya.

SERING DIKELUHKAN: Petugas perbaikan PJU memperbaiki bohlam salah satu PJU yang padam di Kelurahan Sungai Ulin. Foto: Budian Noor/Radar Banjarmasin
SERING DIKELUHKAN: Petugas perbaikan PJU memperbaiki bohlam salah satu PJU yang padam di Kelurahan Sungai Ulin. Foto: Budian Noor/Radar Banjarmasin
BERAKSI: Agus Salam, petugas kebersihan bidang persampahan Dinas LIngkungan Hidup Kota Banjarbaru menaikkan karung-karung berisi sampah dari sekitar tugu bundaran Simpang Empat Banjarbaru ke armada truk pengangkut sampah, Senin (30/1).

Konsentrasi pengangkutan sampah ini dilaksanakan sejak Kamis (26/1). "Kalau dihitung rata-rata ada peningkatan sekitar 20 ton. Kalau pada Sabtu dan Minggu ada peningkatan sekitar 26 ton," tuntasnya.

Sekadar diketahui, selama ini DLH mencatat volume rata-rata sampah di Kota Banjarbaru yang diangkut mencapai 135-140 ton tiap harinya. (rvn/yn/bin) Editor : Arief
#Haul Sekumpul #Haul ke-18 Guru Sekumpul #Feature Sosial