MUHAMMAD AKBAR, Amuntai
NAMA lengkap warga negara asing (WNA) itu Mehmet Kan bin Halil Kan. Usianya 30 tahun, lahir di Balikesir, kota di sebelah barat Turki.
Di negerinya, Mehmet bekerja di sebuah perusahaan otomotif.
Jodohnya, insya Allah, adalah warga negara Indonesia (WNI) bernama Heldawati bin Ardiansyah.
Perempuan 20 tahun ini tinggal di Desa Palimbang Sari Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Keduanya berencana melangsungkan akad nikah pada Senin (9/1) depan di Kantor Urusan Agama (KUA) Haur Gading.
Selama berada di HSU, Mehmet menginap di Hotel Balqis di Jalan Norman Umar, Amuntai Tengah.
Helda mengaku sudah lama mengenal calon suaminya lewat medsos. Tapi beberapa bulan ini, semakin dekat saja.
"Kenalnya sudah lama di medsos. Entah kenapa, Mehmet jadi serius. Ia membuktikannya dengan datang melamar ke Indonesia," kata Helda di kantor Desa Palimbang Sari bersama Mehmet.
Rencananya, Mehmet akan memboyong Helda ke negerinya. "Habis menikah, liburan dulu ke Banjarmasin. Lalu berangkat ke Turki," tambahnya.
Kedatangan Mehmet ke Amuntai jelas menjadi bahan perbincangan masyarakat.
Kapolsek Amuntai Utara, Ipda Rosyid Ari Prabowo memastikan, rencana pernikahan WNI dan WNA ini berada dalam pantauannya.
"Anggota kami bersama Sat Intelkam Polres HSU menggelar pengawasan atas WNA yang berkunjung ke Desa Palimbang Sari dalam rangka meminang pujaan hatinya," ujarnya kepada Radar Banjarmasin.
Kanit Kamneg Intelkam Polres HSU, Aipda Yanuar menambahkan, Mehmet sudah berada di Amuntai sejak 3 Januari. Kelengkapan dokumen izin tinggalnya sudah dicek dan komplet, tidak ada masalah dengan keimigrasian.
Tinggal melengkapi berkas syarat pernikahan. "Agak unik karena Mehmet dan Helda sudah berteman di medsos selama empat tahun. Dan tanpa kendala berarti akan menjadi sepasang suami istri," ujarnya.
Kepala Desa Palimbangan Sari, Bahruddin juga menyambut kedatangan Mehmet dengan hangat.
"Walaupun si Mehmet masih terbata-bata kalau berbicara dalam bahasa Indonesia. Untung ada Helda yang membantunya berkomunikasi," ujarnya.
"Mehmet akan memboyong istrinya ke Turki. Berangkat dari Indonesia pada tanggal 25 Januari," tambahnya.
Kades hanya bisa berharap dan berdoa agar rumah tangga mereka berbahagia. (gr/fud) Editor : Muhammad Helmi