Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dewan Pers Kaget Disambangi Banyak Wartawan

Muhammad Helmi • Jumat, 11 November 2022 | 13:57 WIB
DISKUSI: Rombongan Press Room Banjarbaru dan Diskominfo Kota Banjarbaru berdiskusi seputar dunia pers dan media massa dengan Lembaga Dewan Pers di Jakarta.
DISKUSI: Rombongan Press Room Banjarbaru dan Diskominfo Kota Banjarbaru berdiskusi seputar dunia pers dan media massa dengan Lembaga Dewan Pers di Jakarta.
Hari pertama rombongan Press Room dan Diskominfo di Jakarta rampung. Tujuan di hari kemarin (10/11) adalah gedung Lembaga Dewan Pers. Lokasinya di Jln Kebon Sirih Jakarta Pusat.

Mulanya, kunjungan kerja ini diagendakan pukul 09.00 WIB. Namun, karena ada perubahan jadwal, rombongan baru bisa bertemu dengan petinggi Dewan Pers sekira pukul 10.00 waktu setempat.

Sama seperti formasi sebelumnya, agenda ke Dewan Pers kali ini masih diikuti oleh 24 awak media yang bertugas di Banjarbaru ditambah 11 orang dari Diskominfo Banjarbaru. Termasuk Kepala Diskominfo Banjarbaru, Asep Saputra.

Di Dewan Pers, rombongan disambut oleh Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Lembaga Dewan Pers, Totok Suryanto beserta jajaran. Lokasi audiensi di ruang tamu utama Dewan Pers.

Wartawan senior yang pernah menjabat sebagai Wakil Pemimpin Redaksi TV One ini menyambut dengan cukup santai. Logat "arek malang" Totok juga masih kental. Sesekali ia melempar guyon.

Sebelum masuk ke diskusi inti, Totok berkesempatan menceritakan pengalamannya. Mulai dari menjadi jurnalis di lapangan, hingga berhasil menapaki karirnya di stasiun TV Nasional dan sekarang menjadi orang penting di Dewan Pers.

"Sekarang giliran rombongan yang memperkenalkan diri. Saya soalnya juga senang dengan Kalimantan Selatan. Soto banjarnya enak. Siapa tahu nanti kita bisa ketemu lagi kan," lempar Totok.

Perkenalan rombongan asal Banjarbaru dimulai dari Kadiskominfo Banjarbaru, Asep Saputra. Lalu disusul dari seluruh awak media yang hadir.

Rupanya, mendengar jumlah media yang ikut sejumlah dua lusin. Totok agak kaget. Bahkan ia menyeletuk jika rombongan asal Banjarbaru ini jadi salah satu yang terbanyak ditemuinya.

"Berapa? Ada 24 media? Wah banyak sekali ya. Ini jangan-jangan belum semua yang ikut ya," respons Totok bertanya kepada Kadiskominfo.

Meski sempat terkejut, Totok menganggap jika hal ini terbilang wajar. Musabab, dari data Dewan Pers, beberapa tahun belakangan begitu banyak media baru lahir. Terutama media siber.

"Ini tadi kebanyakan dari media siber atau online juga kan. Secara nasional, jumlahnya itu sudah ribuan, itu baru yang mengajukan verifikasi ke kita, belum yang di luar itu," tambahnya.

Mengawali diskusi, Totok fokus pada masifnya media siber yang tumbuh. Menurutnya, fenomena ini bak jamur di musim hujan ditambah pisau bermata dua.

"Pertumbuhan ini pesat sekali. Di satu sisi tentu bagus, artinya dunia pers kita tumbuh baik. Tapi tak bisa dipungkiri, nyaris semua aduan atau laporan ke kita itu paling banyak dari media online," sentilnya.

Aduannya ujar Totok beragam. Mulai dari judul yang dianggap nyeleneh hingga yang paling umum: tidak cover both side. "Banyak yang mengadu itu merasa tidak dikonfirmasi tapi tiba-tiba ada beritanya."

Beberapa aduan klaim Totok sudah tuntas. Namun masih banyak yang berproses. Melihat fenomena ini, ia meminta media di Banjarbaru tak mengulang "kelalaian" serupa.

"Karena kan bikin media siber itu bisa dikatakan cukup mudah. Makanya banyak muncul. Nah yang kurang profesional itu biasanya dia bikin, dia direkturnya, dia pemrednya dan dia juga wartawannya," katanya.

Di hadapan awak media Banjarbaru, Totok berulang kali menekankan pentingnya jurnalis yang profesional dan beretika.

"Hati-hati, jangan sampai media itu di titik tak dipercaya masyarakat. Kita itu harapan masyarakat, jangan mengecewakan. Kita itu memberi informasi yang akurat, jangan malah membuat bingung," sebutnya.

Meski demikian, Totok dan Dewan Pers katanya sangat yakin jika ke depan media di Indonesia akan semakin profesional. "Kita meyakini itu, nanti aduan itu akan berkurang dan jadi pertanda pers kita makin profesional."

Jelang penutup diskusi, Totok malah memberi "kado" untuk awak media. Dengan lantang, ia menantang agar media di Banjarbaru bisa semakin profesional. Begitupun dengan wartawannya tekannya.

"Saya tantang jangan sia-siakan media yang dibangun. Bikin yang berkualitas, yang berwibawa, jangan yang sekadar bikin tapi tak diurusin. Jangan sampai lah kalah dengan media sosial," tantangnya.

Mendengar tantangan dan wejangan dari Totok. Awak media yang berhadir menyambut dorongan tersebut. Rini Dwimasmuda misalnya, salah satu wartawan senior ini mengaku jika diskusi sekaligus arahan yang dilayangkan Totok sangat bermanfaat.

"Ini lebih menyempurnakan, lebih detil bagaimana media itu seharusnya. Media yang tak sekadar mencari berita lalu menerbitkan, tapi media yang punya tanggungjawab, kredibilitas dan tentunya sesuai dengan UU Pers," paparnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Banjarbaru, Asep Saputra mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak Lembaga Dewan Pers. Menurut Asep, kunker dan diskusi yang berjalan sangat bermanfaat.
Dari sisi pemerintah terutama dinasnya yang memang menjadi leading sector terkait kemitraan dengan media, arahan dan penjelasan dari Dewan Pers nilainya memberi pandangan tambahan untuk langkah ke depannya.

"Kita dengar sendiri tadi penjelasan dari pak Totok dari Dewan Pers bahwa pertumbuhan media itu sangat pesat. Begitupun di Banjarbaru, juga sangat besar. Kita sendiri juga tadi fokus soal regulasi dan aturan mainnya seperti apa," ujar Asep.

Menurut Asep, sejauh ini Banjarbaru bak jadi corong untuk media-media. Ia menyadari jika hampir semua media yang eksis di Kalsel itu mulai masuk ke Banjarbaru.

"Buktinya apa? kita di Diskominfo menerima ratusan permohonan kerja sama dari media. Tentu kita akan verifikasi ke depannya, dan tadi juga sudah mendapat arahan dari Lembaga Pers soal bagaimana media yang terverfikasi dan hal penting lainnya," katanya.

Disambungnya, ke depan Pemko ujarnya juga akan menerbitkan salah satu aturan tentang kerja sama media. Landasannya ujarnya jelas yakni terkait UU Pers yang berlaku.

"Kita tentu tujuannya dari kunker semakin mendekatkan kita dengan profesionalisme wartawan ke depannya. Kita berharap ada keseimbangan informasi yang baik juga di tengah pesatnya dunia pers sekarang," tuntasnya. (yn/bin)
Editor : Muhammad Helmi
#Feature Umum