Muhammad Akbar - Amuntai
Lain daerah, lain tradisi. Nah, di Kabupaten Hulu Sungai Utara, ada sebuah kebiasaan yang begitu positif dalam memanjakan anak yatim dan piatu pada Hari Asyura.
Belum dapat dipastikan tradisi ini kapan dimulai. Konon sudah berjalan puluhan tahun. Kebiasaan warga Kota Amuntai menyisihkan sedikit rezeki untuk dibagikan ke anak tak memiliki ayah atau ibu, maupun yatim piatu.
Ratusan anak yatim dikumpulkan di halaman Panti Asuhan Yayasan Nurul Fajeri, RT 01, Desa Jingah Bujur Kecamatan Haur Gading, Senin (8/8).
Yayasan ini rutin menyalurkan santunan dari para dermawan setiap 10 Muharram atau Hari Asyura. Raut wajah anak yang hadir beragam. Ada yang menangis, bingung, ada juga terlihat santai duduk dan berbincang. Apalagi saat rambutnya diberi minyak goreng oleh si pemberi sumbangan.
Plt Bupati HSU, Husairi Abdi juga rutin menyisihkan sebagian hartanya untuk dibagikan ke anak yatim. "Ada tradisi setiap 10 Muharram, disunahkan untuk menyantuni anak yatim.
Di hari tersebut memiliki beberapa keutamaan dan pahala," sampai Husairi.
Tokoh agama Amuntai, Ustaz H Ahmad Nawawi Abdurrauf mengatakan memberi makanan dan menyantuni anak yatim tentu sangat positif, dan bernilai pahala bagi sang dermawan.
"Tradisi menyantuni anak yatim pada tanggal 10 Muharram memang sudah ada sejak dulu. Selama positif, tentu bisa diikuti," sebutnya.
Meski begitu, Ustaz Ahmad Nawawi menegaskan menyantuni anak yatim tentu tidak hanya dilakukan pada momen Asyura. "Kapanpun dan di manapun, kita dapat menyantuni anak yatim," tegasnya.
Panitia Yayasan Nurul Fajeri Jingah Bujur, Rafi'i Hamdi mengatakan pihaknya lebih dulu membuka pendaftaran dan memverifikasi anak yatim penerima santunan. Maksimal umur anak 15 tahun.
"Mengurangi risiko kesalahan, calon penerima santunan harus memiliki keterangan yang jelas bahwa yatim atau piatu dari desa domisili. Terpenting anak yatim/piatu dari Kabupaten HSU," sampai Rafi'i.
Menurutnya, kegiatan ini tidak bisa jalan tanpa donatur. Walaupun sumbangannya Rp5 ribu, atau berupa makanan maupun minuman, tetap diterima dengan penuh kebahagiaan untuk dibagikan kepada anak yang berhak menerima.(az/dye)
Editor : Muhammad Helmi