MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru
Sesuai nama, Bikers Subuhan Banjarbaru (BSB) selalu berusaha menggaungkan semangat beribadah. Salah satunya yakni terkait semangat salat subuh berjemaah di masjid atau langgar.
Untuk urusan jenis motor, Ketua Umum BSB, Eko Setiono mengatakan bahwa semua jenis motor boleh bergabung. Mau dari kapasitas mesin kecil hingga jenis motor gede (moge) bisa. Membernya pun beragam, dari remaja sampai yang cukup berumur.
"Kita punya agenda rutin salat subuh berjemaah. Juga ada pengajian. Dalam satu pekan, ada tujuh masjid yang kita coba datangi untuk beribadah," katanya.
Masih katanya, dakwah kata Eko juga adalah semangat yang diusung mereka. Dengan hobi otomotif khususnya roda dua, BSB katanya punya tujuan untuk mengajak para member atau calon member bisa lebih rajin beribadah, khususnya salat subuh berjemaah.
Selain agenda rutin harian seperti salat subuh berjemaah dari masjid ke masjid. Laiknya komunitas motor yang memang hobi riding, BSB juga beberapa kali menggelar riding hingga touring.
"Untuk riding kita usahakan selalu ada misi sosial, misalnya donasi untuk musala atau bantuan kepada pesantren maupun sekolah berbasis agama. Ini kita rencananya dalam waktu dekat akan wilayah Peramasan untuk menyerahkan donasi untuk musala di sana," ceritanya.
Tak sekadar itu, BSB juga kerap menggelar touring hingga luar pulau. Selain bersilaturahmi dengan member Bikers Subuhan di tiap-tiap daerah yang disambangi, mereka juga punya tujuan untuk ziarah ke makam ulama dan aulia.
"Karena kita memang arahnya adalah ibadah dan dakwah, jadi touring itu biasanya tujuannya adalah ziarah. Misalnya sebelumnya kita ke pulau Jawa itu ziarah ke makam Wali Lima," bebernya.
Lantas apakah ada syarat tertentu untuk bergabung jadi member BSB? Eko menjawab jika sebetulnya pihaknya lebih fleksibel. Yang penting katanya bahwa niat calon member bergabung satu visi dan satu semangat dengan apa yang jadi dasar atau yang diusung BSB.
"Kalau awal-awal memang ada tahapan misalnya haris 40 hari berturut-turut ikut salat subuh berjemaah, namun makin ke sini kita lebih fleksibel saja. Tapi tetap ada tata tertib atau etika yang kita terapkan ketika sudah jadi member," pungkasnya. (ij/bin)
Editor : Muhammad Helmi