- Oleh: MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru
Baleno Club Indonesia (BCI) Chapter Banjar. Itulah nama klub pecinta mobil Baleno yang ada di Kalsel. Meski mulanya hanya sedikit peminat, namun kini membernya sudah tersebar luas di Banua.
Secara historis, BCI Chapter Banjar terbentuk sejak tahun 2017 lalu. Tepatnya tanggal 13 Mei 2017.
Stadion 17 Mei Banjarmasin jadi saksi bisu cikal bakal komunitas ini hadir dan makin besar.
"Awalnya ada lima orang pengguna Baleno, yakni Om Didik, Om Alien, Om Rio, Om Rizki dan saya sendiri. Perkenalan awal hanya dari media sosial, lalu akhirnya memutuskan bertemu langsung," ujar Koordinator Regional Kalimantan BCI Indonesia, Bertino Marcello.
Dirasa ada kesamaan visi dan hobi. Berti -panggilan akrabnya- bersama rekan-rekannya akhirnya memutuskan membentuk komunitas. Kebetulan saat itu BCI untuk chapter Kalsel ujarnya belum ada meski secara nasional sudah resmi.
"Awalnya sering sharing soal Baleno, misalnya kendalanya apa saja. Makin kesini, kita melihat bahwa nilai kekeluargaan ini sangat perlu dipupuk antar pengguna, makanya akhirnya diresmikan dibentuk," katanya.
Memulai dari tahun 2013, pengguna Baleno di Kalsel yang ikut gabung di komunitas ujarnya terus bertambah. Dari awalnya hanya lima orang, kini sudah 120 member.
"Untuk di Kalsel sendiri juga sudah terbentuk Korwilnya. Total ada empat Korwil, yakni Korwil Banjarmasin, Banjarbaru+Martapura, Banua Enam serta Tanah Laut," tambahnya.
Menariknya, meski memulai hanya dengan lima orang. BCU Chapter Banjar kata Berti tak lama tadi mendapat penghargaan dari BCI pusat yang berkaitan dengan jumlah member.
Diceritakannya, bahwa BCI Chapter Banjar meraih penghargaan sebagai chapter terbanyak untuk penambahan member. "Iya tambahan terbanyak dari 49 chapter di seluruh Indonesia."
Kemudian, selain meraih penghargaan dari internal BCI se Indonesia. Berti juga menuturkan bahwa di event otomotif terakhir yang mereka ikuti, BCI chapter Banjar juga meraih juara pertama dan kedua.
"Event terakhir kita menang juara 1 dan 2 untuk Fun Time rally yang diadakan di Kalsel," informasinya.
Karena memang embrio lahirnya komunitas ini adalah nilai kekeluargaan. Maka kata Berti bahwa fokus program utama mereka adalah bagaimana merajut silaturahmi dan rasa kekeluargaan antar member.
"Utamanya adalah menciptakan rasa kekeluargaan itu tadi. Kalau untuk ke program lain kita lebih banyak ke kegiatan sosial serta silaturahmi juga dengan klub atau komunitas lain," kata Berti. (rvn/ij/bin) Editor : Arief